Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

1.262 Kadet Unhan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat di 181 Lokasi Indonesia

✍️ Nita Purnamasari 🕒 10 Oct 2026 👁️ 9x dibaca
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjadi inspektur upacara dalam pelepasan dan pemberangkatan pengabdian kadet Unhan RI ke sekolah Rakyat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjadi inspektur upacara dalam pelepasan dan pemberangkatan pengabdian kadet Unhan RI ke sekolah Rakyat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026). Foto: istimewa

kayongnews.com – Sebanyak 1.262 kadet Universitas Pertahanan (Unhan) diberangkatkan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat di 181 lokasi di seluruh Indonesia. Program kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) ini bertujuan memperkuat karakter, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan para siswa.

Para kadet tersebut akan menjalankan pendampingan dengan dukungan 206 pengasuh. Mereka diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus membantu siswa mengembangkan kepribadian, keterampilan, dan motivasi belajar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, para kadet diharapkan mampu menjadi panutan bagi siswa Sekolah Rakyat yang memiliki latar belakang serta kemampuan berbeda-beda.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin siswa Sekolah Rakyat makin mengenal dan memahami betapa pentingnya kedisiplinan itu. Kita boleh memiliki perbedaan kemampuan atau minat dan bakat yang berbeda-beda, tidak bisa diseragamkan, tetapi satu hal yang sama, siapa pun kita, ketika ingin sukses, salah satu syaratnya harus disiplin,” kata Gus Ipul di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10).

Menurut Gus Ipul, pendampingan juga diarahkan untuk mendorong siswa mengembangkan kemampuan dan keterampilan sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kadet Ditempatkan di 181 Lokasi Sekolah Rakyat

Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Anton Nugroho menjelaskan, para kadet akan dibagi ke dalam tim yang ditempatkan di 181 lokasi Sekolah Rakyat.

Setiap tim terdiri atas tujuh kadet dari tingkat dua, tiga, dan empat, serta didampingi pengasuh. Para kadet berasal dari beragam program studi, antara lain kedokteran, kedokteran gigi, teknik mesin, teknik sipil, dan farmasi.

Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam proses pendampingan. Meski demikian, Anton menegaskan bahwa para kadet tidak bertugas menggantikan guru ataupun mengajar mata pelajaran tertentu.

Fokus utama program ini adalah membantu pembentukan karakter siswa agar mereka lebih siap mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

“Kita juga ajak diskusi apa hambatan dan kesulitan-kesulitan mereka. Kita berikan solusi dan jalan yang terbaik agar mereka bisa berubah, intinya mereka itu harus ada perubahan pada diri mereka, baik secara disiplin, karakter, pengetahuan, dan keterampilan,” ujarnya.

Lebih dari 44 Ribu Siswa Mengikuti Sekolah Rakyat

Gus Ipul menyebutkan, siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang yang beragam sehingga membutuhkan proses adaptasi dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah maupun asrama.

Melalui pendampingan ini, siswa diharapkan dapat membangun kebiasaan disiplin, menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta meningkatkan motivasi untuk belajar dan mengembangkan potensi.

Program pembelajaran Sekolah Rakyat telah berjalan sejak 2025. Berdasarkan keterangan Kemensos, jumlah peserta didiknya saat ini mencapai lebih dari 44 ribu siswa yang tersebar di 181 lokasi, dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA.

Kolaborasi Kemensos dan Kemhan tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan karakter serta keterampilan siswa, sehingga mereka lebih percaya diri dalam menjalani proses pendidikan dan mempersiapkan masa depan.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update