Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

9 KTH di Kalbar Dapat Dukungan Kembangkan Kopi Liberika, Buka Peluang Ekonomi Baru

✍️ Nita Purnamasari 🕒 08 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Penandatangan perjanjian kerjasama kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di lahan gambut yang akan dilaksanakan 9 KTH di Kalbar.
Penandatangan perjanjian kerjasama kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di lahan gambut yang akan dilaksanakan 9 KTH di Kalbar. Foto: istimewa

kayongnews.com – Pengembangan kopi liberika mulai didorong sebagai salah satu peluang ekonomi bagi masyarakat di Kalimantan Barat. Sebanyak sembilan Kelompok Tani Hutan (KTH) dari tiga kabupaten mendapat dukungan untuk mengembangkan kopi liberika dan tanaman produktif lainnya.

Sembilan KTH tersebut berasal dari sembilan desa di Kabupaten Mempawah, Sambas dan Kayong Utara.

Dukungan tersebut diberikan melalui kegiatan agroforestri yang menggabungkan pengembangan tanaman produktif dengan upaya rehabilitasi lahan gambut.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat, Ganda Yulianto Butarbutar, mengatakan sembilan KTH tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama sebagai penerima bantuan.

“Hari ini ada 9 KTH dari 9 Desa di Kabupaten Mempawah, Sambas dan Kayong Utara menandatangai perjanjian kerjasama sebagai penerima bantuan agroforestri kopi liberika dan tanaman produktif lainnya,” kata Ganda mewakili Kepala DLHK Kalbar Adi Yani dalam kegiatan pembekalan dan penandatanganan perjanjian kerja sama di Pontianak, Selasa (6/10/2026).

Pengembangan kopi liberika tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pemanfaatan lahan secara produktif. Selain kopi, kelompok tani juga mendapat dukungan untuk mengembangkan tanaman produktif lainnya atau Multi-Purpose Tree Species (MPTS).

Menurut Ganda, pengembangan tanaman tersebut merupakan bagian dari dukungan perluasan rehabilitasi hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut.

Program ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat aksi mitigasi yang berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

“Untuk mendukung penguatan dan perluasan aksi mitigasi yang berkontribusi langsung pada penurunan emisi gas rumah kaca,” jelasnya.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari program Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 yang dikelola Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Dana kemudian disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebagai penerima manfaat melalui Lembaga Perantara (Lemtara) Bentang Kalimantan Tangguh.

Dengan pengembangan kopi liberika dan tanaman produktif lainnya, kelompok tani diharapkan memiliki kegiatan usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pengelolaan dan pemulihan kawasan lahan gambut.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update