Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

AI dan Robotika Ubah Dunia Kerja, Menaker Ungkap 5 Keterampilan Penting

✍️ Nita Purnamasari 🕒 14 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: istimewa

kayongnews.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, dan platform digital mendorong perubahan kebutuhan keterampilan di dunia kerja. Menghadapi perkembangan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkenalkan formula 5T yang dapat menjadi bekal generasi muda untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Formula 5T terdiri dari Think, Tech, Talk, Team, dan Trust. Kelima unsur ini mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami teknologi, berkomunikasi, berkolaborasi, serta menjaga integritas.

Yassierli menyampaikan formula tersebut saat membuka Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026).

"Banyak pemuda yang berkualitas dan kompeten baru akan menjadi kekuatan bangsa. Untuk menjadi generasi unggul di Indonesia ke depan, saya merangkumnya menjadi lima bekal penting, yaitu Think, Tech, Talk, Team, dan Trust," ujar Yassierli.

Kemampuan Memahami AI Menjadi Bekal Penting

Salah satu unsur utama dalam formula 5T adalah Tech, yakni kemampuan memahami perkembangan teknologi, data, dan kecerdasan buatan. Keterampilan ini semakin relevan karena pemanfaatan teknologi digital meluas ke berbagai bidang pekerjaan.

Namun, penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Melalui unsur Think, generasi muda didorong untuk memelihara rasa ingin tahu, berani bertanya, dan tidak menerima informasi begitu saja tanpa melakukan penilaian.

Yassierli menekankan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengolah informasi dan mencari data. Penggunaannya tetap membutuhkan pertimbangan manusia, terutama dalam menentukan keputusan dan memahami dampaknya.

"AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data. Dia tidak akan pernah bisa menggantikan manusia, dan orang-orang yang sukses adalah orang yang mampu berkolaborasi dengan AI, tetapi tetap harus diimbangi dengan empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam penggunaannya," tegas Yassierli.

Pesan tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi manusia dan teknologi. Kemampuan menggunakan AI tidak cukup hanya dengan memahami fitur atau cara kerjanya, tetapi juga perlu disertai tanggung jawab dalam memanfaatkan hasil yang dihasilkan teknologi tersebut.

Komunikasi dan Kolaborasi Melengkapi Keterampilan Digital

Selain kemampuan teknis, formula 5T menempatkan komunikasi dan kerja sama sebagai bekal penting menghadapi perubahan dunia kerja.

Unsur Talk menekankan kemampuan mendengarkan, menyampaikan gagasan secara jelas, dan menguasai bahasa asing. Keterampilan ini membantu generasi muda menjelaskan ide, bertukar informasi, serta berinteraksi dalam lingkungan kerja yang semakin terhubung.

Sementara itu, Team berkaitan dengan kemampuan berkolaborasi dan beradaptasi untuk mencapai tujuan bersama. Kemampuan tersebut diperlukan ketika pekerjaan melibatkan berbagai keahlian, termasuk penggunaan teknologi digital.

Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, penguasaan teknologi dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk menyelesaikan persoalan dan menghasilkan gagasan baru.

Integritas Tetap Dibutuhkan di Era Digital

Unsur terakhir, Trust, menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi agar kemampuan teknis berjalan seiring dengan perilaku yang dapat dipercaya.

"Keahlian membuka pintu, integritas membuat orang percaya. Anda harus punya integritas, berani mengatakan tidak kalau itu tidak sesuai dengan hati nurani," ungkap Yassierli.

Formula 5T yang diperkenalkan Menaker menggambarkan bahwa kesiapan menghadapi era AI tidak hanya bergantung pada penguasaan teknologi. Kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, dan menjaga integritas juga diperlukan agar generasi muda dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Melalui pengembangan keterampilan tersebut, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bertanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update