Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Antrean BBM Berulang, DPRD Kayong Utara Desak Pertamina Tambah SPBU

✍️ Nita Purnamasari 🕒 19 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Anggota DPRD Kayong Utara Yulisman.
Anggota DPRD Kayong Utara Yulisman. Foto: istimewa

kayongnews.com — Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang berulang di Kabupaten Kayong Utara menjadi perhatian anggota DPRD setempat, Yulisman. Ia meminta Pertamina memperluas fasilitas pengisian BBM dengan menambah SPBU agar masyarakat lebih mudah mendapatkan bahan bakar.

Yulisman menilai persoalan antrean tidak seharusnya terus dikaitkan dengan keterlambatan pasokan dari luar daerah. Menurutnya, keterbatasan jumlah SPBU dan jarak antarlokasi pengisian juga perlu menjadi perhatian.

Ia menyampaikan hal tersebut pada Minggu (18/10/2026), seraya mempertanyakan mengapa persoalan serupa terus berulang hampir setiap tahun.

Menurut Yulisman, penertiban penjualan BBM oleh pengecer semestinya disertai solusi yang menjamin masyarakat tetap dapat memperoleh bahan bakar dengan mudah.

Ketika kios-kios kecil tidak lagi menjual BBM, warga harus mengandalkan SPBU yang jumlahnya terbatas. Kondisi ini dinilai semakin menyulitkan masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.

Yulisman juga menyoroti ketidakstabilan harga BBM di tingkat pengecer. Ia menyebut harga Pertalite dapat mencapai Rp17.000 per liter ketika masyarakat kesulitan memperoleh pasokan.

Menurutnya, penegakan aturan distribusi BBM tetap perlu dilakukan. Namun, kebijakan tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas dan akses yang memadai bagi masyarakat.

Jarak SPBU Jadi Kendala Masyarakat

Yulisman menjelaskan, kondisi geografis Kayong Utara berbeda dengan kawasan perkotaan yang memiliki banyak titik pengisian BBM dalam jarak berdekatan.

Di sejumlah wilayah Kayong Utara, masyarakat harus menempuh perjalanan belasan hingga puluhan kilometer untuk mencapai SPBU berikutnya. Keterbatasan tersebut membuat antrean dan kesulitan mendapatkan bahan bakar semakin dirasakan warga.

Ia meminta Pertamina membantu mencari investor yang bersedia membangun SPBU baru di wilayah Kayong Utara. Penambahan fasilitas dinilai dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada titik pengisian yang jumlahnya terbatas.

Yulisman menegaskan bahwa dirinya tidak menolak penegakan aturan Pertamina. Ia justru berharap pengaturan distribusi BBM berjalan seiring dengan upaya memperbaiki akses masyarakat.

Warga Diminta Tidak Terus Terbebani Antrean

Antrean berjam-jam untuk mendapatkan BBM menjadi persoalan yang turut disoroti Yulisman. Situasi tersebut dapat menyita waktu masyarakat dan menghambat aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang membutuhkan bahan bakar untuk bekerja maupun menjalankan usaha.

Karena itu, ia mendorong adanya langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang berulang, mulai dari evaluasi distribusi hingga penambahan SPBU di lokasi yang membutuhkan.

Ketersediaan BBM dengan akses yang lebih merata menjadi penting bagi masyarakat Kayong Utara, mengingat jarak antardaerah dan kondisi geografis yang dapat menyulitkan mobilitas warga.

Penambahan fasilitas pengisian diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang setiap kali pasokan BBM mengalami gangguan.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update