Atasi Karhutla Kalteng, Polri Kirim 200 Personel Brimob dan 4 Unit Water Cannon
PALANGKA RAYA — Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mengambil langkah tegas dalam memperketat penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Guna memperkuat armada operasional serta menambah daya gempur personel lapangan, Polri menjadwalkan pengerahan 200 personel pasukan Brimob tambahan beserta empat unit kendaraan water cannon untuk dikirim langsung ke wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah. Langkah taktis ini diambil meny menyusul status Kalimantan Tengah yang mencatatkan jumlah hotspot atau titik panas tertinggi secara nasional dalam beberapa waktu terakhir.
Penyaluran dukungan personel serta sarana prasarana pemadam kebakaran ini dipastikan usai dilakukannya rapat analisis dan evaluasi (anev) penanganan karhutla yang dipimpin langsung oleh Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol Roycke Harry Langie di Posko Karhutla Gedung Bhayangkara, Mapolda Kalimantan Tengah.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi jajaran polda setempat yang selama beberapa pekan terakhir terus berjibaku mengendalikan titik api yang menyebar di wilayah gambut maupun daratan rawan terbakar.
Penguatan Armada Pemadam dan Pasukan BKO
Berdasarkan skema pergeseran pasukan dan armada, tambahan 200 personel Brimob disiapkan untuk memperkuat barisan pemadam kebakaran darat yang berhadapan langsung dengan kobaran api di medan terjal serta kawasan gambut dalam. Ratusan personel taktis tersebut dijadwalkan tiba secara bertahap di Palangka Raya mulai 16 Oktober. Mereka akan langsung disebar ke sejumlah titik rawan yang mengalami eskalasi peningkatan titik panas cukup signifikan.
Sementara itu, untuk kebutuhan armada pemadaman bertekanan tinggi, sebanyak empat unit kendaraan water cannon digeser dari wilayah jajaran, termasuk dari Polda Jawa Timur. Kehadiran mobil water cannon berkapasitas semprot besar ini ditargetkan mampu mempermudah penetrasi pemadaman pada area perimeter terbuka, tepi jalan utama, serta kawasan vegetasi kering yang terjangkau jalur darat.
Pengerahan kekuatan ini bertujuan utama melumpuhkan potensi sebaran api agar tidak merembet ke kawasan pemukiman warga maupun area hutan lindung yang meluas. Fokus utama petugas di lapangan bukan sekadar memadamkan api yang tampak di permukaan, melainkan juga melakukan pembasahan (rewetting) pada lahan gambut agar api bawah tanah tidak kembali memicu kabut asap tebal.
Eskalasi Titik Panas dan Langkah Penegakan Hukum
Langkah respons cepat dari jajaran Mabes Polri ini bukan tanpa alasan. Data pemantauan kondisi karhutla secara nasional hingga pertengahan Oktober menunjukkan bahwa akumulasi titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah menyentuh angka ratusan ribu titik, menempatkan provinsi ini pada posisi puncak daerah paling rawan karhutla. Tingginya intensitas cuaca kering serta karakteristik tanah gambut yang mudah terbakar membuat penyebaran api berlangsung sangat cepat apabila tidak ditangani dengan respons cepat.
Di samping memfokuskan kekuatan pada aspek pemadaman darat dan pemantauan udara, upaya represif berupa penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan secara ilegal juga terus berjalan simultan. Jajaran Polda Kalimantan Tengah telah menangani puluhan laporan polisi yang berkaitan dengan aksi pembakaran hutan dan lahan secara sengaja. Puluhan individu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam rangkaian pengungkapan tindak pidana karhutla tersebut. Langkah tegas ini diambil untuk memberikan efek jera kepada oknum-oknum masyarakat maupun pihak tertentu yang masih nekat membuka lahan dengan cara membakar.
Di samping itu, patroli gabungan antara instansi kepolisian, TNI, BPBD, serta kelompok masyarakat peduli api terus ditingkatkan. Sekat-sekat kanal dan kantong air buatan (embung) juga dimaksimalkan untuk memastikan ketersediaan pasokan air saat petugas melakukan lokalisasi area terbakar.
Layanan Kesehatan dan Penanganan Dampak Asap Bagi Warga
Dampak dari melonjaknya insiden karhutla di Kalimantan Tengah tidak hanya mengancam ekosistem lingkungan, tetapi juga memicu penurunan kualitas udara yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Menanggapi ancaman bahaya paparan asap terhadap paparan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), jajaran Polda Kalteng telah menyiapkan serangkaian fasilitas bantuan kesehatan darurat.
Polda Kalteng mendirikan fasilitas Rumah Oksigen serta mengoperasikan layanan oksigen mobile yang digerakkan oleh tim medis Rumah Sakit Bhayangkara. Layanan medis keliling ini diterjunkan langsung ke pemukiman-pemukiman warga yang terdampak kabut asap paling parah untuk memberikan bantuan pernapasan gratis serta membagikan masker medis.
Selain pertolongan fisik, tim trauma healing juga dikerahkan guna memberikan dampingan psikologis bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia, yang terganggu aktivitas harian serta kondisi kesehatannya akibat bencana asap yang berkepanjangan.
Guna menekan potensi paparan udara buruk yang lebih luas, masyarakat di daerah rawan diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan malam hari saat konsentrasi asap cenderung mengendap di permukaan tanah. Langkah terpadu antara penguatan personel pemadam, penyiapan armada taktis, penegakan hukum tegas, serta penanganan kesehatan warga diharapkan mampu mengendalikan krisis karhutla di Kalimantan Tengah secara efektif dan menyeluruh.
