Kamis, 22 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Bank Kalbar Salurkan Kredit Rp18,09 Triliun, Laba Tumbuh 2,82 Persen

✍️ Nita Purnamasari 🕒 22 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Bank Kalbar.
Bank Kalbar. Foto: istimewa

kayongnews.com – Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp18,09 triliun hingga September 2026. Nilai tersebut tumbuh 4,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain peningkatan penyaluran kredit, Bank Kalbar mencatat laba Rp397,55 miliar atau naik 2,82 persen secara tahunan. Capaian hingga Triwulan III 2026 ini menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat fundamental keuangan.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan perusahaan berupaya menyeimbangkan pertumbuhan usaha dengan kualitas aset dan efisiensi pendanaan.

Menurutnya, peningkatan kredit tidak hanya berorientasi pada ekspansi bisnis, tetapi juga harus disertai pengelolaan risiko dan penerapan prinsip kehati-hatian agar kinerja tetap terjaga.

Berdasarkan catatan perusahaan, penyaluran kredit dan pembiayaan pada September 2026 mencapai Rp18,09 triliun, meningkat dari Rp17,23 triliun pada September 2025. Pertumbuhan tersebut memperkuat peran Bank Kalbar dalam menyalurkan dana untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kebutuhan pembiayaan masyarakat di Kalimantan Barat.

Di sisi profitabilitas, laba sebesar Rp397,55 miliar menunjukkan peningkatan 2,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan berupaya mempertahankan tren tersebut di tengah dinamika dan persaingan industri perbankan.

Bank Kalbar Perkuat Pendanaan dari Giro dan Tabungan

Selain mendorong penyaluran kredit, Bank Kalbar memprioritaskan penguatan Current Account Saving Account (CASA), yaitu dana pihak ketiga yang berasal dari giro dan tabungan.

Hingga September 2026, rasio CASA Bank Kalbar tercatat sebesar 70,16 persen. Penguatan komposisi dana tersebut ditujukan untuk membangun struktur pendanaan yang lebih sehat dan efisien, sekaligus membantu menekan biaya dana.

“Penguatan CASA menjadi salah satu prioritas kami. Kami ingin membangun struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien, sehingga Bank Kalbar dapat terus meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujar Rokidi.

Strategi tersebut diharapkan memberikan ruang bagi Bank Kalbar untuk mendukung pengembangan bisnis secara terukur. Struktur pendanaan yang kuat juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing bank di tingkat regional.

Kualitas Kredit Tetap Menjadi Perhatian

Di tengah pertumbuhan penyaluran kredit, Bank Kalbar juga memantau kualitas aset melalui rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah.

Pada September 2026, NPL net Bank Kalbar tercatat sebesar 0,86 persen, sedangkan NPL gross mencapai 2,35 persen. Kedua indikator tersebut menjadi bagian dari evaluasi risiko dan kualitas kredit yang disalurkan.

Pengelolaan kredit bermasalah diperlukan agar pertumbuhan pembiayaan tetap berjalan secara terukur. Dengan demikian, ekspansi usaha dapat disertai pengendalian risiko dan upaya menjaga kepercayaan nasabah.

Rokidi menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis perbankan tidak hanya ditentukan oleh besarnya penyaluran kredit maupun laba. Kemampuan mengelola risiko dan menghadirkan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan daerah juga menjadi bagian penting dari kinerja perusahaan.

Dengan capaian hingga Triwulan III 2026, Bank Kalbar melanjutkan strategi melalui pertumbuhan kredit dan pembiayaan, peningkatan profitabilitas, penguatan CASA, serta pemeliharaan kualitas aset untuk mendukung perekonomian Kalimantan Barat.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update