Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Bauksit Kalimantan Bakal Diolah Jadi Aluminium, Prabowo Ungkap Potensi 229 Ribu Lapangan Kerja

✍️ Hendra Gunawan 🕒 18 Sep 2026 👁️ 19x dibaca
Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto Foto: Istimewa

KayongNews.com - 

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan potensi penyerapan tenaga kerja dari pengembangan industri hilirisasi bauksit. Pemerintah memperkirakan industri tersebut dapat menciptakan 229.000 lapangan kerja baru.

Proyeksi tersebut berkaitan dengan rencana pengembangan industri pengolahan bauksit menjadi aluminium di dalam negeri.

Untuk membangun industri hilirisasi tersebut, Prabowo memperkirakan diperlukan investasi mencapai US$26 miliar.

Prabowo menjelaskan industri aluminium akan dikembangkan melalui rantai pengolahan yang dimulai dari bauksit menjadi alumina, kemudian alumina menjadi aluminium.

"Sebagai contoh, kalau kita bikin smelter aluminium di Indonesia, bauksit menjadi alumina, alumina menjadi aluminium, itu kenaikannya luar biasa ada yang 32 kali, ada yang 66 kali. Dan ini sedang kita kerjakan semua," ujar dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).

Dari sisi nilai ekonomi, pemerintah memperkirakan pengolahan bauksit dapat menghasilkan US$15 miliar hingga US$16 miliar pada 2030.

"Kita perkirakan 2030 dari bauksit kita bisa mencapai 15 sampai 16 miliar dolar," katanya.

Prabowo juga menyoroti besarnya cadangan bauksit yang dimiliki Indonesia.

"Cadangan bauksit kita keenam terbesar di dunia. Bauksit menjadi aluminium, building material 36,9 kali, 40 kali nilai tambah yang sekarang enggak ada di Indonesia! This is our strategy, ini tujuan kita," kata Prabowo.

HG
Hendra GunawanPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update