Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Bea Cukai Jagoi Babang Perkuat Koordinasi dengan Malaysia, CIQS Serikin Beroperasi 2028

✍️ Nita Purnamasari 🕒 09 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Pembangunan kompleks Customs, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS) di titik nol antara PLBN Jagoi Babang dan Serikin, Sarawak, Malaysia
Pembangunan kompleks Customs, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS) di titik nol antara PLBN Jagoi Babang dan Serikin, Sarawak, Malaysia Foto: istimewa

kayongnews.com – Bea Cukai Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, memperkuat koordinasi dengan otoritas Malaysia untuk mempersiapkan perdagangan lintas batas dua arah melalui kawasan Jagoi Babang-Serikin. Persiapan ini dilakukan menjelang operasional fasilitas Customs, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS) Serikin yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Kepala Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan koordinasi melibatkan otoritas Indonesia dan Malaysia, Pemerintah Kabupaten Bengkayang, serta instansi kepabeanan, imigrasi, karantina, dan keamanan dari kedua negara.

"Bea Cukai berkoordinasi dengan otoritas Malaysia, yakni Customs Bau, imigrasi, karantina, dan kepolisian melalui pertemuan lintas batas serta pertukaran informasi teknis untuk membahas kesiapan CIQS Serikin," katanya, Kamis (8/10).

Menurut Arman, pembangunan fasilitas CIQS Serikin telah dicanangkan pemerintah Malaysia pada Desember 2025. Pekerjaan fisiknya ditargetkan rampung pada 2027 sebelum fasilitas tersebut mulai beroperasi pada tahun berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang sebelumnya juga menyampaikan bahwa pembangunan di sisi Malaysia telah memasuki tahap pematangan lahan. Kesiapan fasilitas di kedua sisi perbatasan menjadi faktor penting agar arus perdagangan dapat berlangsung secara resmi dan dua arah.

"Perdagangan lintas batas hanya bisa berjalan dua arah jika fasilitas di kedua negara sama-sama siap," ujarnya.

Rencana operasional CIQS Serikin turut menjadi perhatian dalam hubungan bilateral Indonesia-Malaysia. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memperluas akses perdagangan lintas batas, termasuk untuk komoditas pertanian strategis dan kebutuhan masyarakat.

Arman menjelaskan, beroperasinya CIQS Serikin berpotensi membuka layanan resmi bagi barang dari Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui kawasan Jagoi Babang. Arus barang diharapkan dapat tercatat dan diawasi sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mengurangi potensi perdagangan melalui jalur tidak resmi.

Untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas setelah fasilitas beroperasi, Bea Cukai juga membahas kesiapan menghadapi bertambahnya kendaraan dan volume barang. Salah satu aspek yang disiapkan adalah penerapan pemeriksaan berbasis risiko agar pengawasan tetap berjalan efektif tanpa memperlambat proses perdagangan.

"Fokus koordinasi mencakup antisipasi peningkatan arus kendaraan dan barang serta penerapan pemeriksaan berbasis risiko agar sarana pengangkut dapat diperiksa secara efektif dalam waktu yang singkat," katanya.

Selain kesiapan fasilitas dan petugas, Bea Cukai turut mendorong pelaku usaha serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bengkayang agar dapat memanfaatkan peluang ekonomi dari pengembangan perdagangan lintas batas.

"Koordinasi juga menyasar kesiapan UMKM dan pelaku usaha dalam menghadapi peningkatan aktivitas perdagangan setelah CIQS Serikin beroperasi," ujarnya.

Sejumlah barang kebutuhan pokok dan barang konsumsi berpotensi diperdagangkan melalui Jagoi Babang apabila fasilitas kedua negara siap dan mekanisme perdagangan dua arah telah berjalan. Pelaksanaannya tetap harus mengikuti Border Trade Agreement Indonesia-Malaysia serta ketentuan lain yang disepakati kedua negara.

Potensi peningkatan aktivitas ekonomi tersebut juga didukung perkembangan kegiatan ekspor di kawasan Jagoi Babang. Bea Cukai mencatat jumlah dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang dilayani meningkat dari 5.726 dokumen pada 2024 menjadi 7.001 dokumen pada 2025.

Kenaikan jumlah dokumen ekspor tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kesiapan pelayanan dan pengawasan di kawasan perbatasan. Namun, besarnya peluang perdagangan setelah CIQS Serikin beroperasi akan tetap bergantung pada kebutuhan pasar dan kesiapan pelaku usaha.

Melalui koordinasi lintas negara dan persiapan pelaku usaha, kawasan Jagoi Babang-Serikin diharapkan berkembang menjadi jalur perdagangan perbatasan yang lebih tertib, resmi, dan terintegrasi.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update