Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

BGN Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi untuk Perluas Program MBG

✍️ Nita Purnamasari 🕒 02 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Kepala BGN Sudaryono menemani salah seorang siswi di salah satu sekolah untuk menyantap MBG yang telah disiapkan.
Kepala BGN Sudaryono menemani salah seorang siswi di salah satu sekolah untuk menyantap MBG yang telah disiapkan. Foto: istimewa

kayongnews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi mulai 2 Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan aktivasi difokuskan pada SPPG yang telah memenuhi persyaratan dan dinilai siap beroperasi.

"Pada Jumat, 2 Oktober ini, kami akan melaksanakan aktivasi dapur SPPG yang siap beroperasi di wilayah 3T, wilayah yang stuntingnya tinggi dan wilayah yang stuntingnya tinggi sekali. Kita mulai dari wilayah Timur Indonesia," ujar Sudaryono.

Sebanyak 480 SPPG yang diaktifkan terdiri atas 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil. Aktivasi tersebut mencakup Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

BGN menegaskan aktivasi SPPG belum berarti dapur langsung menyalurkan makanan kepada penerima manfaat. Setelah aktivasi, masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dipenuhi, termasuk pelatihan penjamah makanan serta pendataan dan penetapan jumlah penerima manfaat secara bertahap.

"Setelah kita aktivasi, akan ada tahapan-tahapan termasuk pelatihan. Penjamah makanan harus dilatih termasuk juga nanti penerima manfaatnya dimulai dari sekian jumlah, jumlahnya makin ditambah, dan seterusnya," kata Sudaryono.

BGN memproyeksikan SPPG yang diaktivasi pada 2 Oktober dapat mulai beroperasi sekitar tiga hingga empat pekan setelah proses aktivasi. Waktu tersebut tetap menyesuaikan kesiapan masing-masing dapur dan pemenuhan seluruh tahapan yang diperlukan.

"Kami prediksi tahapan-tahapan ini akan langsung dimulai pada tanggal 2 itu, kemudian dapur-dapur tersebut siap beroperasi pada tiga sampai empat minggu setelah aktivasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menyambut program MBG tersebut. Menurutnya, program tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan gizi anak-anak di wilayah pelosok.

“Program MBG ini sangat baik karena dapat membantu memenuhi kebutuhan makan dan kebutunhan gizi anak-anak kita yang berada di daerah pelosok,” katanya.

Perluasan layanan MBG selanjutnya akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah 3T, daerah dengan angka stunting tinggi, serta wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan MBG.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update