Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Cegah Karhutla, MPA Desa Engkahan Perkuat Kesiapsiagaan Warga

✍️ Nita Purnamasari 🕒 10 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Petugas bersama unsur TNI-Polri, pemerintah desa, instansi kehutanan, Manggala Agni, dan masyarakat mengikuti kegiatan pembentukan serta pembekalan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Aula Kantor Desa Engkahan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kamis (8/10).
Petugas bersama unsur TNI-Polri, pemerintah desa, instansi kehutanan, Manggala Agni, dan masyarakat mengikuti kegiatan pembentukan serta pembekalan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Aula Kantor Desa Engkahan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kamis (8/10). Foto: istimewa

kayongnews.com – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau diperkuat melalui pembentukan dan pembekalan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Engkahan, Kecamatan Sekayam, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Engkahan sejak pukul 08.30 WIB tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, petugas kehutanan, Manggala Agni, serta masyarakat setempat.

Pembentukan MPA diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, mempercepat penyampaian informasi, dan memperkuat koordinasi dengan petugas saat ditemukan indikasi karhutla.

Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapat pembekalan mengenai bahaya karhutla, langkah pencegahan, serta pentingnya melaporkan titik api dan kepulan asap agar segera ditindaklanjuti.

Ps. Kanit Samapta Polsek Sekayam, Aiptu Bagiyo, mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta menggunakan metode pembukaan dan pembersihan lahan yang lebih aman untuk menghindari kebakaran serta pencemaran udara.

Imbauan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar.

Menurut Bagiyo, pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, MPA diharapkan tidak sekadar menjadi kelompok formal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan di tingkat desa.

“MPA bukan hanya sebuah kelompok yang dibentuk secara administratif, tetapi diharapkan menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat dapat menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi potensi karhutla sejak awal,” ujarnya.

Bagiyo turut mengingatkan warga agar mewaspadai kondisi cuaca dan rendahnya curah hujan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Apabila menemukan titik api atau indikasi karhutla, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat dan petugas terkait. Warga juga diingatkan agar mengutamakan keselamatan dan tidak mengambil tindakan berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Yang paling utama adalah mencegah api sebelum menjadi bencana. Karena itu, kami mengajak masyarakat Desa Engkahan untuk membangun kepedulian bersama, saling mengingatkan, dan segera berkoordinasi apabila melihat adanya potensi kebakaran. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, TNI, Polri, Manggala Agni dan instansi kehutanan harus terus diperkuat,” tegasnya.

Melalui pembentukan MPA, Desa Engkahan diharapkan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi ancaman karhutla. Deteksi dini dan koordinasi lintas pihak menjadi langkah penting agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.

Kolaborasi masyarakat dengan instansi terkait diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan risiko karhutla di Kabupaten Sanggau.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update