Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Dirut PLN Berganti, IESR Dorong Pembenahan Keuangan dan Efisiensi Operasional

✍️ Nita Purnamasari 🕒 16 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Suroso Isnandar
Suroso Isnandar Foto: istimewa

kayongnews.com – Pergantian direktur utama PT PLN (Persero) menjadi momentum untuk membenahi kinerja perusahaan, memperkuat kesehatan keuangan, dan meningkatkan efisiensi operasional. CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai pimpinan baru perlu menjalankan transformasi menyeluruh agar PLN mampu menjaga kualitas pelayanan sekaligus menjamin keberlanjutan bisnis.

Suroso Isnandar disebut ditunjuk sebagai direktur utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (15/10/2026).

Fabby menilai, perubahan kepemimpinan perlu dimanfaatkan untuk menetapkan agenda pembenahan yang jelas. Menurutnya, PLN tidak cukup hanya melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga perlu memperkuat efisiensi, tata kelola keuangan, dan model bisnis perusahaan.

Tiga Prioritas Pembenahan PLN

IESR menyoroti tiga prioritas yang perlu menjadi perhatian direksi baru PLN. Pertama, memulihkan keandalan pasokan listrik sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Keandalan listrik berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat dan kegiatan ekonomi. Sementara itu, efisiensi operasional diperlukan agar perusahaan dapat mengelola sumber daya secara optimal dan menjaga keberlanjutan usaha.

Kedua, membenahi model bisnis serta tata kelola keuangan. Penguatan aspek tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan perusahaan dalam menjalankan mandat pelayanan publik.

Ketiga, mempercepat transisi energi melalui modernisasi jaringan dan pengembangan energi terbarukan. Agenda ini perlu dijalankan dengan mempertimbangkan kebutuhan investasi, efisiensi biaya, dan keberlanjutan operasional PLN.

“Ketiga, mempercepat transisi energi melalui modernisasi jaringan dan pengembangan energi terbarukan,” ujar Fabby, Kamis (15/10).

Fabby menegaskan, PLN perlu menjadi perusahaan utilitas publik yang sehat secara finansial, efisien, serta mampu menyediakan listrik yang andal dan terjangkau.

“Pergantian pucuk pimpinan menjadi kesempatan untuk memperkuat arah pembenahan perusahaan, bukan sekadar perubahan susunan direksi,” tutur Fabby.

Danantara Memiliki Hak atas Pergantian Direksi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pergantian direksi badan usaha milik negara (BUMN) sebagai bagian yang lumrah dalam pengelolaan perusahaan.

Menurut Bahlil, perubahan pimpinan merupakan hak pemegang saham melalui Danantara Indonesia dan telah mempertimbangkan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini aksi korporasi biasa ya. Pergantian dirut BUMN itu kan hak Danantara dan sudah tentu ada arahan dari Presiden,” jelasnya.

Pergantian pimpinan PLN kini menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat kinerja bisnis, memperbaiki tata kelola keuangan, dan meningkatkan efisiensi. Pelaksanaan agenda tersebut juga akan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan listrik kepada masyarakat.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update