Ekspor Langsat Kalbar ke Malaysia Melonjak 701 Persen, Devisa Capai Rp6,41 Miliar
kayongnews.com – Ekspor buah langsat dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang mengalami lonjakan signifikan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Nilai devisa dari ekspor langsat tercatat mencapai sekitar Rp6,41 miliar, meningkat 701,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya sekitar Rp799,79 juta.
Kepala Bea Cukai Jagoi Babang, Arman Tarmidzi, mengatakan langsat menjadi salah satu komoditas pertanian dengan pertumbuhan ekspor tertinggi melalui kawasan perbatasan tersebut.
“Langsat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 701,3 persen,” kata Arman di Bengkayang, Sabtu (3/10/2026).
Peningkatan tersebut menunjukkan masih besarnya peluang pasar Malaysia terhadap hasil pertanian yang berasal dari wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Buah Naga dan Jeruk Juga Naik
Selain langsat, sejumlah komoditas pertanian lainnya juga mencatat peningkatan nilai ekspor.
Ekspor buah naga meningkat 176,1 persen, sedangkan jeruk mengalami kenaikan 140,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bea Cukai Jagoi Babang menyebut permintaan dari Malaysia terhadap komoditas pertanian perbatasan masih relatif stabil dan cenderung meningkat.
Komoditas yang dikirim melalui PLBN Jagoi Babang antara lain buah naga, langsat, jeruk, petai serta berbagai jenis buah lokal lainnya.
“Hal ini tercermin dari frekuensi dan volume pengiriman yang terus berjalan melalui PLBN Jagoi Babang,” ujar Arman.
Peluang Ekspor Masih Terbuka
Bea Cukai menilai potensi ekspor komoditas lokal Kalimantan Barat masih cukup besar. Tidak hanya buah-buahan, sejumlah hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini belum dipasarkan secara resmi ke luar negeri juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan.
Namun, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pemahaman mengenai prosedur ekspor, legalitas usaha, standar kualitas dan kemasan, hingga keberlanjutan pasokan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Bea Cukai Jagoi Babang memberikan pendampingan kepada pelaku usaha melalui sosialisasi prosedur ekspor, bantuan pengurusan dokumen serta layanan Klinik Ekspor.
Bea Cukai juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan instansi terkait untuk memetakan komoditas unggulan baru serta mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon pembeli dari Malaysia.
Kenaikan ekspor langsat tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas perdagangan komoditas pertanian Kalimantan Barat melalui kawasan perbatasan. Jika pengelolaan produksi, kualitas, legalitas dan pasokan dapat diperkuat, peluang pasar Malaysia terhadap produk pertanian lokal masih terbuka.
