Honda CB125F 2026 Diklaim Tembus 66,7 Km/L, Sekali Isi Bensin Bisa Menempuh 733 Km
kayongnews.com - Honda CB125F model 2026 menarik perhatian berkat klaim konsumsi bahan bakar mencapai 66,7 kilometer per liter (km/l). Dengan kapasitas tangki 11 liter, motor bergaya naked tersebut secara teoritis mampu menempuh jarak hingga 733 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Motor bermesin 124 cc untuk pasar Eropa ini tidak hanya mengandalkan efisiensi bahan bakar. Honda juga menyematkan teknologi Idling Stop, starter ACG, panel instrumen TFT berwarna 4,2 inci, serta konektivitas ponsel melalui Honda RoadSync.
Angka konsumsi tersebut terlihat lebih tinggi dibandingkan sejumlah motor komuter Honda yang dipasarkan di Indonesia, seperti BeAT dan Revo. Namun, perbandingan perlu memperhatikan metode pengujian yang digunakan karena hasil konsumsi bahan bakar tidak selalu setara.
Tangki 11 Liter, Jarak Tempuh Teoretis 733 Km
Kapasitas tangki menjadi salah satu keunggulan Honda CB125F 2026 bagi pengendara yang ingin mengurangi frekuensi mengisi bahan bakar.
Dengan konsumsi resmi 66,7 km/l dan tangki berkapasitas 11 liter, perhitungan matematis menghasilkan jarak tempuh sekitar 733,7 kilometer.
Jarak tersebut mendekati perjalanan darat Jakarta–Surabaya melalui Tol Trans Jawa, meskipun jarak sebenarnya bergantung pada titik keberangkatan dan tujuan yang dipilih.
Sebagai gambaran, pengendara yang menempuh perjalanan 30 kilometer setiap hari secara matematis membutuhkan sekitar 0,45 liter bensin. Jika konsumsi aktual sama dengan angka resmi dan seluruh kapasitas tangki dapat digunakan, persediaan bahan bakar secara teori cukup untuk sekitar 24 hari.
Namun, hasil pemakaian nyata bisa berbeda. Kepadatan lalu lintas, kondisi jalan, beban kendaraan, tekanan ban, gaya berkendara, dan perawatan motor turut memengaruhi konsumsi bahan bakar.
Idling Stop Bantu Menekan Konsumsi BBM
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian pada CB125F model 2026 adalah Idling Stop. Fitur ini dirancang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar ketika mesin tidak diperlukan saat motor berhenti, misalnya di persimpangan atau antrean lalu lintas.
Honda menyebut CB125F sebagai sepeda motor bermesin transmisi manual pertama mereka yang menggunakan teknologi tersebut. Sistem ini melengkapi mesin enhanced Smart Power (eSP) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi melalui pengurangan gesekan internal.
Mesin CB125F menggunakan konfigurasi satu silinder berkapasitas 124 cc, pendingin udara, SOHC dua katup, dan sistem injeksi PGM-FI.
Sejumlah komponen juga dirancang untuk mengurangi gesekan, antara lain desain silinder offset, bantalan jarum pada mekanisme penggerak katup, serta semprotan oli untuk membantu mendinginkan piston.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 8 kW pada 7.500 rpm dan torsi puncak 10,9 Nm pada 6.000 rpm. Kombinasi ini ditujukan untuk mendukung mobilitas harian dengan konsumsi bahan bakar yang efisien.
Dibandingkan Honda BeAT dan Revo
Angka konsumsi BBM yang dipublikasikan untuk CB125F lebih tinggi daripada angka yang kerap dikutip untuk Honda BeAT dan Honda Revo. Meski begitu, ketiganya memiliki perbedaan kapasitas mesin, karakter kendaraan, dan metode pengujian.
Model - Kapasitas mesin - Konsumsi BBM yang dipublikasikan - Metode pengujian
Honda CB125F 2026 124 cc 66,7 km/l WMTC
Honda BeAT Sekitar 110 cc 60,6 km/l WMTC
Honda Revo FI 109,17 cc 62,2 km/l ECE R40
Berdasarkan angka tersebut, CB125F memiliki klaim konsumsi sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan BeAT dan sekitar 7,2 persen dibandingkan Revo dalam satuan kilometer per liter.
Akan tetapi, angka itu tidak berarti CB125F pasti lebih hemat dalam semua kondisi berkendara. Hasil pengujian resmi belum tentu sama dengan konsumsi aktual di jalan, terutama ketika kendaraan menghadapi kemacetan, perubahan kecepatan, atau beban yang berbeda.
Karakter kendaraan juga menjadi pertimbangan. BeAT merupakan skuter matik dengan transmisi otomatis CVT, sedangkan Revo dan CB125F menggunakan transmisi manual. Perbedaan tersebut memengaruhi pengalaman berkendara serta preferensi pengguna.
Panel TFT dan Konektivitas Ponsel
Selain efisiensi bahan bakar, Honda CB125F 2026 mendapat pembaruan pada sektor fitur. Motor ini menggunakan panel instrumen TFT berwarna berukuran 4,2 inci yang mendukung konektivitas dengan ponsel melalui Honda RoadSync.
Fitur tersebut memberikan pilihan konektivitas sesuai fungsi yang didukung sistem. CB125F juga dilengkapi port USB-C untuk mengisi daya perangkat elektronik.
Pencahayaan depan dan belakang telah menggunakan LED, menghadirkan tampilan modern sekaligus mendukung kebutuhan berkendara sehari-hari.
Pada sektor pengereman, motor ini menggunakan cakram depan berdiameter 240 mm dan rem tromol belakang berukuran 130 mm. Sistem Combined Braking System (CBS) membantu mendistribusikan pengereman antara roda depan dan belakang.
Namun, CB125F menggunakan CBS, bukan ABS. Kedua sistem tersebut memiliki fungsi berbeda, sehingga CBS tidak dapat dianggap setara dengan ABS yang dirancang untuk membantu mencegah roda mengunci saat pengereman keras.
Bobot 117 Kg dan Transmisi Manual Lima Percepatan
Honda mencantumkan bobot CB125F sekitar 117 kilogram dalam spesifikasi pasar Eropa. Motor ini memiliki tinggi jok 790 mm dan jarak terendah ke tanah 160 mm.
Untuk menunjang kenyamanan, CB125F menggunakan roda berukuran 18 inci, suspensi depan teleskopik, serta dua peredam kejut belakang dengan pengaturan preload lima tingkat.
Sistem penggeraknya memakai rantai dan transmisi manual lima percepatan. Konfigurasi ini memberikan karakter berkendara berbeda dibandingkan skuter matik yang tidak memerlukan perpindahan gigi secara manual.
Mesin berpendingin udara juga memiliki konstruksi yang relatif sederhana dibandingkan mesin berpendingin cairan. Meski demikian, perawatan berkala tetap diperlukan, termasuk pemeriksaan oli, rantai, tekanan ban, dan komponen lain sesuai rekomendasi pabrikan.
Apakah Honda CB125F Cocok untuk Indonesia?
Klaim konsumsi 66,7 km/l dan tangki 11 liter membuat CB125F menarik bagi pengendara yang mengutamakan efisiensi, baik untuk perjalanan harian maupun mobilitas jarak jauh.
Meski demikian, calon pembeli di Indonesia perlu mempertimbangkan sejumlah hal selain konsumsi bahan bakar, seperti harga, ketersediaan suku cadang, jaringan servis, kenyamanan, serta kemudahan pengoperasian transmisi manual.
Hal penting lainnya, Honda CB125F model 2026 yang dibahas merupakan model untuk pasar Eropa. Ketersediaan dan spesifikasi untuk pasar Indonesia tidak dapat diasumsikan sama tanpa pengumuman resmi dari pihak Honda.
Dengan mesin 124 cc, teknologi Idling Stop, panel TFT, dan klaim efisiensi tinggi, CB125F menawarkan kombinasi fitur modern serta kepraktisan. Namun, jarak tempuh lebih dari 700 kilometer tetap merupakan perhitungan teoretis berdasarkan kapasitas tangki dan angka konsumsi resmi, bukan jaminan jarak tempuh dalam penggunaan sehari-hari.
