Kabut Asap Kalbar Dikaitkan dengan Karhutla Kalteng, Ini Tanggapan Gubernur
kayongnews.com-Kabut asap yang muncul di sejumlah wilayah Kalimantan Barat menjadi perhatian setelah adanya pernyataan mengenai kemungkinan pergerakan asap dari Kalimantan Tengah akibat pengaruh arah angin.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan sebelumnya menyampaikan bahwa kabut asap yang dirasakan di Kayong Utara dan beberapa wilayah Kalbar tidak semata-mata berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat. Menurutnya, terdapat kemungkinan adanya asap yang bergerak dari Kalimantan Tengah menuju wilayah Kalbar.
Pernyataan tersebut disampaikan Ria Norsan saat melakukan kunjungan ke Kayong Utara pada Senin (21/9/2026). Ia menjelaskan bahwa kondisi angin dapat membawa asap dari wilayah Kalteng menuju sejumlah kawasan di Kalimantan Barat.
“Kalau saya bisa mengatakan asap ini tidak hanya dari Kayong Utara saja, tapi ini juga limpahan dari Kalimantan Tengah yang daerahnya berdekatan dan anginnya mengarah ke kita, dari Kalteng ke Ketapang dan Kayong Utara dan dari sini mengarah ke Pontianak,” terang Ria Norsan.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Ia menyampaikan perbandingan data luasan karhutla di Kalteng dan Kalbar sebagai bagian dari penjelasan mengenai kondisi kebakaran di kedua provinsi.
Agustiar menyampaikan tanggapannya di Palangka Raya, Selasa (29/9/2026) malam. Berdasarkan data yang disebutnya berasal dari Kementerian Kehutanan dan BPBD Kalimantan Tengah, luas area terbakar di Kalteng berada pada kisaran 14.000 hingga 15.000 hektare.
“Ini data menurut Menteri Kehutanan, menurut BPBD kita di angka 14.000 lebih saja,” ujar Agustiar.
Agustiar Sebut Luasan Karhutla Kalbar Lebih Besar
Dalam keterangannya, Agustiar juga menyebut luasan karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 50.000 hektare. Angka tersebut ia sampaikan ketika membandingkan kondisi kebakaran di kedua provinsi dengan fenomena kabut asap yang dirasakan masyarakat di sejumlah daerah Kalbar.
Agustiar menilai kondisi karhutla di masing-masing daerah perlu dilihat secara menyeluruh. Keberadaan kabut asap di suatu wilayah, menurutnya, tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh asap tersebut berasal dari kebakaran yang terjadi di lokasi tersebut.
Selain luas area terbakar, arah angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran asap. Asap dapat berpindah dari wilayah sumber kebakaran menuju daerah lain mengikuti pergerakan angin.
“Kalau angin barat ke barat, bila angin timur ke timur. Itu analoginya,” kata Agustiar.
Pemantauan Karhutla Antarwilayah Berlanjut
Pergerakan asap lintas wilayah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam memantau kondisi kabut asap di Pulau Kalimantan. Informasi mengenai arah angin dapat membantu memberikan gambaran mengenai kemungkinan jalur pergerakan asap dari wilayah yang mengalami kebakaran.
Selain faktor angin, kondisi kabut asap juga berkaitan dengan luasan area yang terbakar, cuaca, serta hasil pemantauan titik panas dan kondisi di lapangan.
Pemerintah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di masing-masing wilayah. Penanganan dan pencegahan tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca dapat memengaruhi potensi munculnya maupun meluasnya kebakaran.
