Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Karhutla Ancam Satwa Liar, 46 Orang Utan dan 12 Trenggiling Diselamatkan di Kalbar

✍️ Nita Purnamasari 🕒 14 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Sebanyak 46 orang utan dan 12 trenggiling berhasil diselamatkan dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Sebanyak 46 orang utan dan 12 trenggiling berhasil diselamatkan dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Foto: istimewa

kayongnews.com – Sebanyak 46 orang utan dan 12 trenggiling berhasil diselamatkan dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Penyelamatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat untuk melindungi satwa liar di tengah ancaman kebakaran.

Kementerian Kehutanan mencatat total 232 satwa liar telah diselamatkan dari wilayah terdampak karhutla hingga 8 Oktober 2026. Jumlah itu meningkat dibandingkan catatan 29 September 2026 yang mencapai 202 ekor.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada keselamatan manusia, tetapi juga perlindungan satwa liar dan kelestarian habitatnya.

“Kami dari Kementerian Kehutanan tidak hanya fokus melindungi masyarakat, tetapi kami juga fokus untuk menyelamatkan satwa liar yang terdampak dari kejadian kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ristianto dalam konferensi pers, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, dari 71 orang utan yang diselamatkan di Kalimantan dan sekitarnya, sebanyak 46 ekor ditemukan di Kalimantan Barat dan 25 ekor lainnya di Kalimantan Tengah.

Selain orang utan, terdapat 24 trenggiling yang diselamatkan. Sebanyak 12 ekor berasal dari Kalimantan Barat, sembilan ekor dari Kalimantan Tengah, dan tiga ekor dari Sumatera Selatan.

Penyelamatan satwa tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak karhutla terhadap keanekaragaman hayati, khususnya satwa yang bergantung pada kawasan hutan sebagai habitat alami.

Sebanyak 232 Satwa Berhasil Diselamatkan

Selain orang utan dan trenggiling, pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat juga menyelamatkan sejumlah satwa lainnya.

Rinciannya, sebanyak 76 bekantan, 15 monyet ekor panjang, sembilan kukang, serta 37 satwa dari berbagai spesies lain, termasuk lutung, kucing kuwuk, dan ular.

Bekantan yang diselamatkan sebagian besar ditemukan di Kalimantan Selatan, dengan jumlah 73 ekor.

Ristianto menegaskan pemerintah akan terus melakukan upaya penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran. Ia juga meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan temuan satwa yang membutuhkan pertolongan.

Namun, masyarakat diimbau tidak melakukan penyelamatan sendiri karena penanganan satwa liar membutuhkan keahlian khusus.

“Dan kami sangat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi sendiri, karena penanganan penyelamatan satwa liar ini memang memerlukan keahlian khusus,” jelasnya.

Masyarakat yang menemukan satwa liar dalam kondisi darurat dapat menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sesuai wilayahnya. Untuk Kalimantan Barat, laporan dapat disampaikan melalui nomor 0811 577 6767.

Kebakaran Tanjung Puting Jadi Perhatian Pemerintah

Di sisi lain, Kementerian Kehutanan juga memperkuat penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi habitat satwa liar, termasuk orang utan.

Sebanyak 117 personel dari Balai Taman Nasional Tanjung Puting telah dikerahkan. Selain itu, 10 personel dari Taman Nasional Karimunjawa dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak turut dikirim untuk membantu penanganan di lokasi.

Dukungan tambahan juga melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, dan mitra Balai Taman Nasional Tanjung Puting. Di antaranya 175 personel dari Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai, 30 personel Polres Kotawaringin Barat, 30 personel BPBD Kotawaringin Barat, serta 112 personel dari mitra taman nasional.

Ristianto mengatakan, penguatan personel tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pemadaman kebakaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, dalam waktu sesingkat-singkatnya, Kementerian Kehutanan beserta para pihak segera ingin menuntaskan kejadian karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting,” pungkasnya.

Upaya pemadaman dan penyelamatan satwa diharapkan dapat mengurangi dampak karhutla terhadap lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan hidup satwa liar di kawasan hutan Kalimantan.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update