LDII Kalbar Diharapkan Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Hadapi Tantangan Sosial
kayongnews.com-Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berharap Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan pembinaan umat.
Harapan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan SDM Sefri Kurniadi saat membacakan sambutan Gubernur Kalbar pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (24/9/2026).
Menurut Ria Norsan, perkembangan teknologi digital dan perubahan dinamika sosial membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.
“Kita membutuhkan sinergi yang kuat untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) Kalimantan Barat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi akhlakul karimah, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh,” jelas Sefri saat membacakan sambutan Gubernur.
Ia menilai organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam membantu pembinaan masyarakat, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Karena itu, program kerja yang dihasilkan melalui Muswil VIII LDII Kalbar diharapkan dapat berjalan searah dengan kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya dalam bidang kesejahteraan sosial dan kerukunan masyarakat.
“Program kerja yang dirumuskan dalam Muswil LDII diharapkan bisa diselaraskan dengan visi dan misi Pemprov Kalbar, khususnya penguatan kesejahteraan masyarakat dan kerukunan umat. Saya menaruh harapan kepada LDII,” tegasnya.
LDII Siap Bersinergi dengan Pemerintah
Ketua DPW LDII Kalbar terpilih Susanto menyampaikan komitmen organisasi untuk terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Secara organisatoris kami secara tegas berkomitmen mendukung program pemerintah, serta ikut membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial keumatan. Artinya kami hadir untuk memberikan andil dan pengabdian,” tegas Susanto.
Susanto menjelaskan bahwa LDII memiliki fokus utama pada bidang dakwah. Namun, pelaksanaan dakwah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian nilai-nilai keagamaan, tetapi juga diarahkan untuk merespons berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.
Menurutnya, semakin kompleksnya persoalan umat membutuhkan pendekatan dakwah yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat.
“LDII Kalbar aktivitas utamanya memang dakwah, tetapi permasalahan yang semakin kompleks, maka pola dakwahnya juga diperkuat dengan dakwah-dakwah kontekstual. Harapannya rasa manfaat dengan hadirnya LDII semakin besar,” imbuhnya.
Dorong Warga LDII Jadi Pionir di Lingkungan
Susanto juga mengajak warga LDII untuk mengambil peran aktif di lingkungan masing-masing dengan mengembangkan kontribusi sesuai profesi dan keahlian yang dimiliki.
Ia menilai keteladanan dapat menjadi bagian penting dari pelaksanaan dakwah. Karena itu, warga LDII diharapkan mampu memberikan manfaat melalui pekerjaan dan bidang yang mereka tekuni.
“Jika banyak pionir lahir dari warga LDII maka peran dan fungsi dakwahnya berjalan, karena dakwah yang baik sesungguhnya dengan keteladanan. Cukup sesuaikan dengan profesi dan bidang yang diminati. Ini dorongan yang terus kami lakukan,” jelasnya.
