Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Menkomdigi Meutya Hafid: Indonesia Tak Dorong Perlambatan AI, tapi Utamakan Keamanan

✍️ Nita Purnamasari 🕒 08 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Foto: istimewa

kayongnews.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak mendorong perlambatan pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Pemerintah justru menekankan pentingnya aspek keamanan sejak teknologi tersebut mulai dirancang.

Menurut Meutya, Indonesia lebih memilih pendekatan safety by design, yakni memastikan aspek keamanan sudah menjadi bagian dari proses perancangan AI sejak awal.

"Sebetulnya tentu Indonesia amat setuju bukan dengan perlambatan AI, tapi bagaimana melakukan safety by design untuk AI dengan lebih hati-hati dan itu pasti memakan waktu," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta pada Rabu.

Ia mengatakan perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat perlu diimbangi dengan waktu yang cukup untuk memastikan berbagai aspek keamanan telah diperhitungkan.

Meutya menilai teknologi AI tidak seharusnya dikembangkan tanpa proses mitigasi yang memadai. Menurutnya, kehati-hatian diperlukan mengingat AI merupakan teknologi baru dengan kemampuan yang semakin canggih.

"Sehingga kita memang menyampaikan bahwa kita memerlukan waktu yang memang sepantasnya terhadap sebuah teknologi baru yang begitu canggih, tidak boleh dilakukan tanpa proses mitigasi yang cukup," ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa posisi Indonesia bukan meminta pengembangan AI dihentikan atau diperlambat. Pemerintah mendorong inovasi tetap berjalan, namun harus dibarengi dengan penerapan prinsip keamanan sejak tahap perancangan.

"Indonesia termasuk negara yang mendorong agar inovasi di dalam AI dilakukan dengan lebih hati-hati dan safety by design," kata Meutya.

Dorongan untuk lebih berhati-hati dalam pengembangan AI juga muncul di tengah kekhawatiran sejumlah pemimpin perusahaan teknologi global terhadap risiko teknologi tersebut.

Perkembangan AI yang semakin maju dinilai membawa sejumlah potensi risiko, termasuk ancaman terhadap keamanan digital serta kemungkinan penyalahgunaan teknologi.

AI dengan kemampuan yang semakin canggih dikhawatirkan dapat disalahgunakan untuk membantu serangan siber, menyebarkan disinformasi dalam skala besar hingga mendukung pembuatan bahan berbahaya.

Selain penyalahgunaan oleh manusia, terdapat pula kekhawatiran mengenai keselarasan tujuan sistem AI dengan nilai dan kepentingan manusia. Sistem yang semakin canggih dinilai perlu dikembangkan dengan pengamanan dan mekanisme mitigasi yang memadai agar tetap berada dalam kendali pengembang dan pengguna.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update