Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

NTP Kalbar Turun 1,50 Persen pada September 2026, Terendah di Kalimantan

✍️ Nita Purnamasari 🕒 07 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Petani di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya memanen padi di ladang mereka
Petani di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya memanen padi di ladang mereka Foto: istimewa

kayongnews.com – Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Barat mengalami penurunan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat NTP turun 1,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan tersebut menjadi yang terdalam dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan yang mengalami perubahan NTP pada periode yang sama.

Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin mengatakan NTP Kalbar pada September berada di level 177,68 poin, turun dari 180,38 poin pada Agustus 2026.

"Nilai Tukar Petani pada bulan September berada pada level 177,68 poin, turun dari 180,38 poin pada Agustus 2026," kata Saichudin di Pontianak, Selasa.

Menurutnya, pelemahan NTP terjadi karena harga yang diterima petani mengalami penurunan. Di sisi lain, biaya yang harus dikeluarkan petani untuk kebutuhan konsumsi maupun produksi justru meningkat.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) tercatat turun 0,52 persen, dari 231,53 poin menjadi 230,33 poin. Sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) meningkat 1 persen, dari 128,36 poin menjadi 129,63 poin.

Saichudin menyebut sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama penurunan It. Komoditas tersebut meliputi kelapa sawit, gabah, ayam ras pedaging, dan kelapa.

"Komoditas yang menjadi penyumbang terbesar turunnya It yaitu kelapa sawit, gabah, ayam ras pedaging, dan kelapa," ujarnya.

Dari lima subsektor pertanian yang tercatat dalam NTP, empat di antaranya mengalami penurunan. Tanaman pangan turun 1,48 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,68 persen, peternakan 1,05 persen, dan perikanan 0,23 persen.

Sementara itu, subsektor hortikultura justru mencatat kenaikan NTP sebesar 3,76 persen. Peningkatan tersebut didorong kenaikan It hortikultura sebesar 4,74 persen, terutama dari kelompok sayur-sayuran yang meningkat 12,65 persen.

Tekanan terhadap kondisi petani juga terlihat dari meningkatnya pengeluaran rumah tangga. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani pada September 2026 naik 1,21 persen.

Dari 11 kelompok pengeluaran, sebanyak 10 kelompok mengalami kenaikan. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,37 persen.

Selanjutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,50 persen, sedangkan transportasi meningkat 0,85 persen. Adapun kelompok pendidikan tercatat tidak mengalami perubahan.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan, Kalbar menjadi salah satu dari dua daerah yang mengalami penurunan NTP pada September.

Kalimantan Utara mencatat penurunan sebesar 0,06 persen. Sementara itu, NTP Kalimantan Selatan naik 1,92 persen, Kalimantan Tengah meningkat 1,08 persen, dan Kalimantan Timur naik 0,81 persen.

Penurunan NTP Kalbar juga berbanding terbalik dengan kondisi secara nasional. NTP Indonesia pada September 2026 justru meningkat 1,49 persen, dari 129,19 poin pada Agustus menjadi 131,11 poin.

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Kalbar juga mengalami penurunan. NTUP tercatat turun 0,74 persen dari 185,08 poin menjadi 183,71 poin.

Penurunan NTUP tersebut terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani turun 0,52 persen, sementara indeks biaya produksi dan penambahan barang modal meningkat 0,22 persen.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update