Jumat, 23 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Pemprov Kalbar Siapkan 10 Ton Beras untuk Gerakan Pangan Murah, Harga Pangan Jadi Perhatian

✍️ Nita Purnamasari 🕒 14 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Pemprov Kalbar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Pontianak, Selasa (13/10/2026) untuk membantu mengendalikan inflasi dan menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dampak kemarau panjang atau fenomena El Nino.
Pemprov Kalbar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Pontianak, Selasa (13/10/2026) untuk membantu mengendalikan inflasi dan menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dampak kemarau panjang atau fenomena El Nino. Foto: istimewa

kayongnews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan hampir 10 ton beras premium dan medium melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah tekanan inflasi serta potensi dampak kemarau panjang akibat fenomena El Niño.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Manto, mengatakan Gerakan Pangan Murah dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Kalbar untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

“Inflasi Kalbar sempat mengalami kenaikan, bahkan secara nasional, sehingga melalui Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota, kami berupaya menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan,” kata Manto di Pontianak, Senin (12/10/2026).

Dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia tersebut, sebanyak sembilan ton beras disiapkan untuk dijual kepada masyarakat. Sementara itu, satu ton beras lainnya disimpan di gudang sebagai cadangan apabila persediaan di lokasi kegiatan tidak mencukupi.

Minyak Goreng dan Gula Turut Disediakan

Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh minyak goreng dan gula pasir melalui Gerakan Pangan Murah. Panitia menyiapkan sebanyak 1.000 liter minyak goreng dan 1.000 kilogram gula pasir.

Sejumlah vendor turut menawarkan berbagai produk pangan dengan harga yang diklaim lebih rendah dibandingkan harga pasar. Produk tersebut dipasok langsung dari distributor untuk membantu memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Manto menjelaskan, pelaksanaan GPM di Kalimantan Barat dijadwalkan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026 di berbagai kabupaten dan kota.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan di tengah perubahan harga.

Pasokan Cabai Jadi Perhatian

Selain beras dan kebutuhan pokok lainnya, cabai menjadi salah satu komoditas yang diperhatikan dalam upaya pengendalian inflasi di Kalimantan Barat.

Manto menyebut pasokan cabai di daerah tersebut masih perlu didatangkan dari luar wilayah. Karena itu, ketersediaan stok dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga pasokan serta mengantisipasi gejolak harga.

Pengendalian harga pangan membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha agar pasokan tetap tersedia serta dapat dijangkau masyarakat.

Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menjaga daya beli warga sekaligus membantu menstabilkan harga bahan pokok di Kalimantan Barat.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update