Kamis, 22 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Sungai Dangkal Hambat Distribusi BBM, Pemerintah Alihkan Pengiriman ke Jalur Darat

✍️ Nita Purnamasari 🕒 20 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia Foto: istimewa

kayongnews.com – Pemerintah mengalihkan sebagian distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari jalur sungai ke jalur darat di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi hambatan pengiriman akibat pendangkalan sungai selama musim kemarau.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengatakan pendangkalan sungai mengganggu pergerakan kapal tanker yang mengangkut BBM dalam jumlah besar.

Perubahan jalur distribusi tersebut membuat pengiriman melalui darat membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau konsumen. Karena itu, pemerintah bersama Pertamina berupaya menjaga kelancaran pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Ada beberapa wilayah yang tadinya distribusi (BBM) melalui sungai, sekarang karena sebagian sungai terjadi pendangkalan akibat cuaca, kami alihkan dengan transportasi darat,” kata Bahlil setelah berkoordinasi mengenai penanganan hambatan distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Bahlil menegaskan pemerintah akan mengupayakan berbagai langkah untuk mencegah gangguan distribusi berdampak lebih luas terhadap masyarakat.

Cadangan BBM Nasional Diklaim Masih Aman

Di tengah kendala pengiriman, pemerintah memastikan cadangan BBM nasional masih berada pada tingkat yang dinilai aman.

Bahlil menyebut cadangan Pertalite secara nasional diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan selama sekitar 16–18 hari. Sementara itu, cadangan jenis BBM lainnya disebut berada di atas rata-rata 20 hari sesuai standar minimum nasional.

“Saya katakan bahwa cadangan nasional kita di atas 16-18 hari jadi keseluruhan tidak ada yang terlalu harus kita khawatirkan secara cadangan nasional. Distribusinya yang kami perlancar sekarang,” ujarnya.

Menurut Bahlil, persoalan utama yang sedang ditangani pemerintah saat ini adalah kelancaran penyaluran BBM, bukan semata-mata ketersediaan stok nasional.

Pemerintah juga berencana meningkatkan cadangan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Pertamina Tambah Kapal Pengangkut BBM

Selain mengalihkan sebagian pengiriman ke jalur darat, pemerintah meminta Pertamina menambah armada kapal pengangkut BBM untuk memperlancar distribusi.

Bahlil mencontohkan pengiriman BBM dari Jawa menuju Bali. Jika sebelumnya jalur tersebut dilayani tiga kapal, jumlah armada kini ditingkatkan menjadi tujuh kapal pengangkut BBM.

Penambahan armada diharapkan membantu mengatasi hambatan pengiriman sekaligus menjaga pasokan ke konsumen.

Pemerintah bersama Pertamina masih berupaya menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi lapangan agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update