Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

BPBD Kayong Utara Salurkan Bantuan Darurat Usai Puting Beliung Porak-Porandakan Desa Matan Jaya

✍️ Yudi Setiawan 🕒 29 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Kepala BPBD Kayong Utara, Fatul Bahri
Kepala BPBD Kayong Utara, Fatul Bahri Foto: pontianakpost.jawapos.com

Bencana angin puting beliung secara mendadak menghantam kawasan pemukiman warga serta sejumlah fasilitas umum di Dusun Jelutung, Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Peristiwa alam yang merusak dan memicu kepanikan warga setempat ini terjadi pada Senin (19/10), memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara untuk segera turun tangan melakukan penanganan darurat serta menyalurkan bantuan logistik guna meringankan beban para korban terdampak di lokasi kejadian.

Kejadian cuaca ekstrem tersebut bermula ketika awan gelap tiba-tiba menggulung kawasan pesisir dan pemukiman warga di Dusun Jelutung. Dalam hitungan menit, angin kencang berputar dengan kecepatan tinggi menerjang bangunan-bangunan rumah warga, menyebabkan kerusakan pada bagian atap dan struktur bangunan lainnya. Tidak hanya rumah tinggal, fasilitas umum yang biasa digunakan oleh warga setempat untuk beraktivitas sehari-hari turut mengalami kerusakan akibat terjangan angin pusaran yang kuat tersebut. Warga yang berada di lokasi kejadian sontak berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri sambil menyaksikan atap rumah mereka beterbangan diempas angin.

Menanggapi laporan bencana yang melanda wilayah tersebut, jajaran BPBD Kabupaten Kayong Utara langsung bergerak cepat menerjunkan tim Reaksi Cepat ke lapangan. Langkah awal yang diambil meliputi pendataan tingkat kerusakan bangunan, inventarisasi kebutuhan mendesak para korban, serta penyaluran bantuan logistik darurat. Kehadiran tim penanggulangan bencana di tengah-tengah masyarakat ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang sekaligus memastikan bahwa kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat segera terpenuhi di masa pemulihan awal pascabencana.

Kepala BPBD Kayong Utara, Fatul Bahri, memberikan keterangan resmi terkait insiden yang menimpa warga Dusun Jelutung tersebut. Pihaknya menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Kepala BPBD Kayong Utara, Fatul Bahri, menyatakan bahwa mereka diminta untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas. Imbauan ini menjadi pengingat krusial mengingat wilayah Kalimantan Barat kerap mengalami anomali cuaca yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda alam yang jelas.

Lebih lanjut, pihak BPBD juga secara aktif mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh potensi ancaman cuaca buruk yang dapat terjadi kapan saja di wilayah Kabupaten Kayong Utara. BPBD berharap masyarakat tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem serta senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko dan dampak bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Dengan meningkatkan mitigasi mandiri di tingkat rukun tetangga dan desa, korban jiwa serta kerugian material yang lebih besar diharapkan dapat dicegah apabila fenomena serupa terulang kembali di kemudian hari.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh terjangan angin puting beliung ini tentu menyisakan duka serta tantangan tersendiri bagi warga Dusun Jelutung, Desa Matan Jaya. Sebagian besar warga yang rumahnya mengalami rusak berat kini harus bahu-membahu dengan tetangga sekitar untuk melakukan perbaikan darurat secara mandiri sambil menunggu bantuan lanjutan dari pemerintah daerah. Gotong royong dan solidaritas antarseluruh elemen masyarakat setempat tampak terlihat nyata dalam membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan di sekitar pemukiman pascainsiden angin pusaran tersebut reda.

Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui instansi terkait berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian serta memastikan distribusi bantuan logistik menjangkau seluruh kepala keluarga yang benar-benar membutuhkan. Penanganan pascabencana ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bahan pangan dan logistik darurat semata, tetapi juga mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kerugian material yang dialami oleh masyarakat. Diharapkan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta kesadaran tinggi dari masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur sosial dan ekonomi di Dusun Jelutung agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan tenang.

YS
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update