Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Gerakan Pangan Murah Kayong Utara 2026: Solusi Nyata Pemerintah Jaga Daya Beli Warga Seponti

✍️ Yudi Setiawan 🕒 29 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). (PROKOPIM KKU)
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). (PROKOPIM KKU) Foto: pontianakpost.jawapos.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah dengan mengadakan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Pelaksanaan kegiatan strategis ini dipusatkan di Kecamatan Seponti pada hari Kamis, 22 Oktober 2026. Agenda tersebut dihelat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2026, sekaligus menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam meredam potensi fluktuasi harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pasar murah ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Erwin Sudrajat, yang didampingi oleh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Seponti, serta unsur kepolisian setempat seperti Kapolsek Seponti. Kehadiran para pejabat tinggi di tengah warga ini menegaskan bahwa stabilitas pasokan dan keterjangkauan bahan pokok merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan sosial pemerintah daerah pada tahun ini.

Sebagai langkah konkret untuk meringankan beban ekonomi warga setempat, Pemkab Kayong Utara tidak tanggung-tanggung dalam menyiapkan komoditas subsidi. Melalui instansi terkait, disediakan sebanyak lima ton beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikemas dalam ukuran lima kilogram. Beras berkualitas tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sebesar Rp60.000 per kemasan. Selain komoditas beras, pemerintah daerah juga mendistribusikan sebanyak 1.500 liter minyak goreng yang dipatok dengan harga murah meriah, yaitu Rp16.000 per liter.

Tingginya antusiasme warga Kecamatan Seponti terlihat jelas dari ramainya lokasi antrean sejak pagi hari. Warga memanfaatkan momentum langka ini untuk mendapatkan kebutuhan dapur utama dengan harga yang jauh di bawah pasaran umum. Program intervensi pasar ini dinilai sangat tepat sasaran karena langsung menyentuh lini masyarakat bawah yang paling rentan terhadap gejolak harga komoditas pangan.

Di sela-sela peninjauan distribusi bahan pokok tersebut, Sekretaris Daerah Kayong Utara, Erwin Sudrajat, memberikan pandangannya mengenai esensi utama dari pelaksanaan program ini. Beliau menekankan bahwa ketersediaan pangan di pasaran saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kemampuan finansial warga untuk membelinya.

“Pangan bukan hanya persoalan produksi dan ketersediaan barang, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat untuk memperolehnya dengan harga yang wajar. Sebab, pangan yang ada belum tentu dapat dinikmati jika harganya tidak terjangkau daya beli masyarakat,” ujar Erwin Sudrajat.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa aspek keadilan akses ekonomi memegang peranan krusial dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat lokal. Tanpa adanya intervensi dari pihak pemerintah melalui pasar murah semacam ini, masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah sering kali menjadi pihak yang paling dirugikan ketika terjadi kenaikan harga barang kebutuhan pokok akibat berbagai faktor eksternal.

Lebih lanjut, Erwin Sudrajat juga menambahkan bahwa inisiatif ini murni merupakan wujud nyata kepedulian aparatur pemerintah terhadap kesejahteraan warga. Ia berharap kegiatan intervensi pasar ini mampu memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas di wilayah Kecamatan Seponti dan sekitarnya.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga,” tutupnya.

Selain berfokus pada penjualan komoditas utama seperti beras dan minyak goreng bersubsidi, rangkaian acara Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Seponti ini juga diwarnai dengan kegiatan pendukung yang tak kalah menarik. Pemerintah daerah turut menggelar promosi produk unggulan lokal. Berbagai jenis olahan makanan kreatif hasil karya warga setempat yang berbasis bahan pangan lokal ditampilkan dalam ajang tersebut.

Langkah inovatif ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan edukasi, tetapi juga menjadi strategi jitu untuk memperkenalkan potensi komoditas lokal kepada khalayak yang lebih luas. Dengan cara ini, pemerintah berharap sektor UMKM berbasis pangan lokal di Kayong Utara dapat terus tumbuh, mandiri, dan mampu bersaing di pasaran regional.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Seponti sukses mencapai target utamanya. Selain berhasil menstabilkan harga pasar dan menekan angka inflasi lokal, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat ini memperkuat optimisme bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Kayong Utara akan terus terjaga dengan baik ke depannya. Program berkelanjutan seperti ini tentu sangat dinantikan oleh masyarakat sebagai bentuk perlindungan sosial yang nyata dari pemerintah daerah.

YS
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update