Rabu, 04 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Komitmen Bupati Alexander Wilyo: Program Seragam dan Buku Gratis di Ketapang Berlanjut Demi Tekan Angka Putus Sekolah

✍️ Yudi Setiawan 🕒 04 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Alex menegaskan jika program seragam dan buku gratis akan terus dilanjutkan untuk menjangkau anak-anak yang membutuhkan.
Alex menegaskan jika program seragam dan buku gratis akan terus dilanjutkan untuk menjangkau anak-anak yang membutuhkan. Foto: istimewa

Upaya serius dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Ketapang kembali ditegaskan oleh kepemimpinan daerah. Pemerintah Kabupaten Ketapang di bawah komando Bupati Alexander Wilyo memastikan bahwa program pembagian seragam sekolah serta alat tulis dan buku gratis bagi para pelajar akan terus berlanjut dan diperluas. Kebijakan strategis ini dirancang secara khusus untuk meringankan beban finansial para orang tua murid, sekaligus memastikan tidak ada satupun anak di wilayah Kabupaten Ketapang yang terpaksa putus sekolah akibat terkendala biaya pengadaan atribut belajar dasar.

Pelaksanaan program ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mengentaskan hambatan ekonomi yang kerap dialami keluarga kurang mampu di berbagai kecamatan. Penyaluran bantuan yang telah menjangkau ribuan pelajar tingkat sekolah dasar hingga menengah ini mencakup berbagai perlengkapan esensial, mulai dari baju, celana atau rok, topi, dasi, hingga perlengkapan alat tulis seperti buku, pensil, penggaris, dan pulpen. Melalui langkah nyata ini, pemerintah daerah bertekad untuk memastikan bahwa seluruh anak-anak di pelosok Ketapang dapat mengenyam pendidikan formal dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi tanpa perlu merasa terbebani oleh faktor ekonomi keluarga.

Berdasarkan data dan evaluasi pembangunan daerah, tantangan sektor pendidikan di Kabupaten Ketapang masih cukup besar. Salah satu indikator utama yang menjadi sorotan serius adalah angka rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Ketapang yang saat ini masih berada di kisaran angka 7,9 tahun. Angka ini merefleksikan urgensi intervensi berkelanjutan dari pemerintah agar partisipasi pendidikan masyarakat dapat terdongkrak naik secara signifikan di tahun-tahun mendatang, guna mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara keseluruhan.

Dalam berbagai kesempatan penyerahan bantuan secara langsung kepada para siswa di berbagai sekolah—seperti peninjauan dan penyaluran di SMP Negeri 1 Sungai Melayu Rayak serta beberapa sekolah dasar di penjuru kecamatan—Bupati Alexander Wilyo secara konsisten menekankan arti penting pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Beliau menyampaikan pesan yang kuat bahwa batasan fiskal atau keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerintah untuk terus membangun daerah, khususnya dalam memprioritaskan pembangunan manusia.

"Pendidikan adalah hak setiap anak. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu membeli seragam dan buku," tegas Alexander Wilyo.

Pernyataan tersebut menegaskan filosofi kepemimpinannya bahwa esensi kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, melainkan dari seberapa baik investasi jangka panjang dicurahkan bagi anak-anak sebagai pemilik masa depan daerah. Beliau menambahkan bahwa skala prioritas pembangunan harus mencakup dimensi kemanusiaan secara utuh agar ketimpangan akses pendidikan dapat ditekan serendah mungkin.

"Pembangunan bukan hanya tentang jalan dan jembatan, tetapi juga tentang membangun manusia. Kita harus memastikan anak-anak Ketapang mendapatkan pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik," ujarnya lebih lanjut.

Ke depan, program bantuan pendidikan ini direncanakan tidak hanya berhenti pada penyediaan seragam dan buku tulis saja. Pemerintah Kabupaten Ketapang menargetkan adanya perluasan cakupan jenis bantuan pada tahun-tahun anggaran berikutnya, termasuk di antaranya pengadaan tas dan sepatu sekolah bagi murid-murid yang memerlukan. Langkah ekspansi ini diharapkan mampu memberikan dampak psikologis yang positif bagi para siswa, menumbuhkan semangat belajar yang tinggi, serta memotivasi mereka untuk menorehkan prestasi gemilang di sekolah.

Selain pemenuhan kebutuhan logistik pelajar secara langsung, strategi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Ketapang juga menyasar aspek pendukung lainnya. Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada upaya peningkatan kualitas serta pemerataan penempatan tenaga pendidik (guru) yang berkualitas, perbaikan sarana dan prasarana fisik fasilitas sekolah, hingga penyediaan fasilitas rumah dinas bagi guru yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil atau pedalaman yang membutuhkan akses khusus.

Keberhasilan visi besar ini tentunya tidak dapat dilepaskan dari sinergi dan kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, para tenaga pendidik, orang tua siswa, serta seluruh elemen masyarakat luas. Peran aktif orang tua dan guru sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter, disiplin, akhlak mulia, serta mentalitas belajar yang tangguh pada diri generasi muda Ketapang. Dengan fondasi pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas hingga ke pelosok wilayah, Kabupaten Ketapang optimis dapat melahirkan generasi cerdas, mandiri, serta berdaya saing tinggi yang siap membawa kemajuan bagi daerah di masa depan.

YS
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update