Peran Strategis Yayasan Tri Dharma di Ketapang: Dari Gotong Royong Karhutla hingga Pembangunan Daerah
KABUPATEN KETAPANG — Sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat kembali mendapat sorotan positif dalam upaya menjaga stabilitas serta kemajuan wilayah. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan kontribusi nyata yang diberikan oleh Yayasan Tri Dharma. Apresiasi tersebut tidak hanya difokuskan pada keterlibatan aktif yayasan dalam proses pembangunan daerah, tetapi juga atas aksi cepat tanggap mereka dalam membantu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi tantangan lingkungan di Kabupaten Ketapang.
Pernyataan apresiasi tersebut disampaikan oleh Bupati Alexander Wilyo bertepatan dengan momen penting acara serah terima jabatan (sertijab) pengurus Yayasan Tri Dharma Ketapang. Agenda transisi kepemimpinan organisasi sosial tersebut dilangsungkan secara khidmat di Hotel Grand Zuri Ketapang, yang dihadiri oleh jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Dalam prosesi tersebut, tampuk kepemimpinan resmi beralih dari ketua lama, Gow Kok Yong, kepada ketua baru yang mengemban amanah baru, yakni Bundono Supradjaja atau yang dikenal dengan nama Kwee Weng Keng.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dalam acara pergantian kepemimpinan ini mencerminkan kuatnya hubungan kemitraan antara birokrasi dan lembaga sosial kemasyarakatan. Pemerintah Kabupaten Ketapang menilai bahwa pencapaian pembangunan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada anggaran negara atau program pemerintah semata. Diperlukan partisipasi aktif, kepedulian sosial, serta uluran tangan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, sektor swasta, dan komunitas lokal agar akselerasi kemajuan daerah dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di pelosok wilayah.
Dalam sambutannya di hadapan para pengurus dan anggota yayasan, Bupati Alexander Wilyo secara khusus menyoroti peran penting yang dimainkan oleh Yayasan Tri Dharma di bidang penanggulangan krisis lingkungan, khususnya darurat karhutla. Tantangan tahunan terkait kebakaran hutan memerlukan koordinasi lintas sektor yang kuat, di mana keterlibatan lembaga sosial seperti Yayasan Tri Dharma terbukti memberikan dampak signifikan dalam meringankan beban penanganan di lapangan. Selain aspek penanggulangan bencana, eksistensi yayasan ini juga dinilai konsisten dalam mendukung berbagai program pembangunan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Ketapang.
Lebih lanjut, dalam kesempatan yang sama, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam kepada kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Gow Kok Yong atas dedikasi serta pengabdian panjang yang telah dicurahkan selama masa bakti mereka. Di samping itu, ucapan selamat bertugas turut dialamatkan kepada ketua terpilih yang baru, Bundono Supradjaja. Kepala daerah berharap kepemimpinan yang baru ini mampu membawa angin segar, menjadikan yayasan semakin berkembang, serta memperluas cakupan program sosial yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat luas di Kabupaten Ketapang.
Mengingat wilayah Kabupaten Ketapang yang sangat luas dengan beragam karakteristik demografi, kepala daerah menekankan pentingnya merawat harmoni sosial. Semangat kebersamaan harus terus dipupuk demi meredam potensi gesekan antargolongan sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang plural.
Pernyataan visioner tersebut dipertegas oleh Bupati Alexander Wilyo melalui imbauan moral yang menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman etnis, keyakinan, dan latar belakang sosial.
“Ketapang ini adalah rumah besar kita bersama. Di dalamnya ada berbagai suku, agama, dan golongan. Karena itu, mari kita jaga Ketapang agar tetap aman, nyaman, damai, dan harmonis,” ajaknya.
Pesan ini menyiratkan bahwa stabilitas keamanan daerah merupakan prasyarat mutlak bagi kelangsungan investasi, kelancaran roda perekonomian, serta keberhasilan program-program kesejahteraan rakyat. Tanpa adanya rasa aman dan kedamaian yang terpelihara dengan baik, agenda pembangunan fisik maupun non-fisik akan sulit berjalan secara optimal. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan seperti Yayasan Tri Dharma menjadi jangkar utama dalam merawat ketenteraman publik.
Sebagai pemimpin daerah, Alexander Wilyo berkomitmen penuh untuk mendedikasikan masa baktinya demi melayani seluruh warga tanpa terkecuali, tanpa memandang sekat suku, ras, agama, maupun golongan tertentu. Kebijakan pembangunan yang digulirkan diarahkan pada prinsip keadilan sosial, di mana setiap warga negara berhak mendapatkan akses dan manfaat pembangunan secara merata, baik yang tinggal di kawasan perkotaan maupun di daerah pedalaman yang jauh dari pusat kabupaten.
Komitmen inklusivitas ini juga sejalan dengan semangat gotong royong yang senantiasa didengungkan oleh pemerintah daerah dalam setiap kesempatan. Kontribusi sekecil apapun dari masyarakat, komunitas, maupun lembaga sosial dinilai memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi kemajuan daerah secara kolektif.
Sebagai penutup rangkaian arahannya, Bupati Alexander Wilyo kembali menegaskan kembali pentingnya menjaga kontribusi kolektif serta memperkuat rasa memiliki terhadap daerah tempat tinggal.
“Sekecil apa pun kontribusi bapak dan ibu, saya yakin sangat berarti bagi daerah. Mari kita terus menjaga kebersamaan, merawat persatuan, dan bersama-sama membangun Ketapang,” tutupnya.
Melalui arah tersebut, diharapkan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Ketapang, termasuk jajaran pengurus baru Yayasan Tri Dharma, dapat terus berkolaborasi secara sinergis dengan pemerintah daerah. Semangat kerukunan, kepedulian terhadap lingkungan, serta solidnya persatuan antarwarga diyakini akan mampu membawa Kabupaten Ketapang bertransformasi menjadi daerah yang semakin maju, aman, damai, dan sejahtera di masa depan.
