Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Ancaman Karhutla di Kapuas: Api Nyaris Lahap Area Pemakaman Warga Teluk Palinget

✍️ Yudi Setiawan 🕒 23 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Karhutla dekati pemakaman di Kapuas
Karhutla dekati pemakaman di Kapuas Foto: istimewa

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terus meluas dan makin mengkhawatirkan masyarakat setempat. Insiden terbaru mencatat pergerakan si jago merah yang terus menjalar hingga menyentuh area dekat kompleks pemakaman umum milik warga di kawasan Jalan Pemuda Km 6,5, Desa Teluk Palinget, Kecamatan Pulau Petak. Situasi kritis ini memicu kecemasan mendalam bagi penduduk sekitar yang khawatir area pemakaman keluarga mereka ikut hangus terbakar.

Kejadian yang berlangsung pada Kamis (22/10) tersebut langsung direspons cepat oleh aparat gabungan serta kelompok relawan pemadam kebakaran setempat. Petugas terus berjibaku melumpuhkan titik-titik api agar kobaran yang melahap semak belukar di sekitar lokasi tidak menyeberang masuk ke pemakaman warga.

Relawan Desa Teluk Palinget, Yudi, membenarkan perihal sengitnya pertempuran memadamkan api di garis depan tersebut. Ia menyebutkan bahwa upaya penanganan di lapangan berkejaran dengan waktu mengingat posisi lidah api yang sudah berada di ambang batas kawasan TPU.

"Saat ini sudah ada pemadaman di lokasi dan masih berproses. Semoga tidak merembet ke pemakaman, karena jaraknya sudah sangat dekat," ungkap Yudi, Kamis (22/10).

Hingga berita ini diturunkan, operasi pemadaman di area Teluk Palinget masih berlangsung. Petugas pemadam kebakaran darat di lapangan berupaya mengisolasi titik api dan membuat sekat agar kobaran tidak menjangkau vegetasi kering yang menyambung langsung ke kompleks pemakaman maupun area permukiman terdekat. Masyarakat setempat menaruh harapan besar agar penyebaran api dapat segera dihentikan total tanpa menimbulkan kerusakan fasilitas maupun ancaman keselamatan yang lebih jauh.

Tekanan Musim Kering dan Kepungan Titik Panas di Kapuas

Kondisi karhutla di Desa Teluk Palinget ini menambah daftar panjang deretan peristiwa kebakaran lahan yang menggempur wilayah Kabupaten Kapuas dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data rekapitulasi yang dirilis oleh Posko Penanganan Darurat Karhutla Kabupaten Kapuas, eskalasi titik panas (hotspot) di kawasan ini tercatat berada pada angka yang sangat masif.

Tercatat, sejak rentang waktu 1 Januari hingga 21 Oktober, jumlah titik panas yang terdeteksi di seluruh pelosok Kabupaten Kapuas telah menembus angka fantastis, yaitu sebanyak 42.497 titik. Lonjakan ini menggambarkan betapa rentannya daratan Kalimantan Tengah terhadap ancaman kebakaran selama periode kemarau.

Bahkan beberapa hari sebelum insiden di Teluk Palinget, tepatnya pada 18 Oktober, Kabupaten Kapuas mencatatkan rekor sebagai wilayah dengan luas kebakaran harian terbesar di skala Provinsi Kalimantan Tengah. Pada hari itu saja, lahan seluas 38 hektare hangus terbakar yang bersumber dari sembilan peristiwa pemadaman berbeda dalam satu hari.

Perjuangan Jalur Darat dan Air Melawan Kobaran Api

Proses pemadaman karhutla di lapangan bukanlah perkara mudah bagi Satgas Gabungan. Medan yang didominasi oleh lahan semak belukar kering serta area lahan gambut membuat kobaran api cepat menyebar dengan daya rusak tinggi, terlebih saat diembus angin kencang.

Guna menanggulangi ancaman yang makin mengepung berbagai wilayah, tim pemadam harus membagi taktik menjadi beberapa jalur penanganan. Untuk sektor-sektor yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, petugas mengerahkan pemadaman darat menggunakan mesin pompa portabel. Selain itu, armada pemadam juga memanfaatkan jalur perairan sungai-sungai terdekat guna menyuplay kebutuhan air dan menjangkau bagian tepi lahan yang terbakar.

Hingga saat ini, catatan operasi pemadaman darat yang telah dieksekusi oleh tim gabungan di Kabupaten Kapuas telah mencapai lebih dari 509 kali aksi. Penanganan berulang ini menunjukkan betapa dinamis dan gigihnya perjuangan para relawan serta petugas di lapangan dalam menundukkan si jago merah yang terus muncul di berbagai titik.

Dampak Luas Karhutla terhadap Pemukiman dan Lingkungan

Ancaman karhutla yang mendekati pemakaman di Teluk Palinget sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak rentetan bahaya yang dihadapi warga Kapuas. Pada insiden-insiden sebelumnya di wilayah lain seperti Anjir dan Basarang, amukan api bahkan sempat mengancam keselamatan bangunan sarang walet hingga permukiman warga.

Selain ancaman kerusakan fisik pada properti dan fasilitas umum, kabut asap pekat hasil pembakaran hutan dan lahan gambut telah menurunkan kualitas udara secara drastis. Bencana asap ini memicu tingginya risiko gangguan kesehatan masyarakat, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata.

Pemerintah daerah bersama institusi terkait seperti BPBD Kapuas tak jemu mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar dalam kondisi cuaca ekstrem ini. Selain melanggar ketentuan hukum yang berlaku, tindakan pembakaran lahan secara sembarangan sangat membahayakan keselamatan jiwa dan ruang hidup masyarakat luas.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan ke posko terdekat apabila menemukan adanya indikasi asap atau titik api sekecil apa pun di sekitar pemukiman mereka. Sinergi antara partisipasi aktif warga dan kesiapsiagaan Satgas Karhutla diharapkan mampu menekan potensi bencana yang lebih luas serta mengembalikan kondusivitas wilayah Kapuas.

YS
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update