Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Berkat KUR Bank Kalbar, Produksi Tahu di Bengkayang Naik 25 Kali Lipat

✍️ Nita Purnamasari 🕒 23 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Wahyudin, perajin tahu.
Wahyudin, perajin tahu. Foto: istimewa

kayongnews.com – Dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Kalbar membantu Wahyudin, perajin tahu di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, meningkatkan kapasitas produksinya dari 10 kilogram menjadi 250 kilogram per hari.

Peningkatan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan usaha yang dirintis Wahyudin sejak 2002. Dari produksi berskala kecil, kini tahu buatannya mampu menjangkau pasar di sejumlah wilayah, termasuk kawasan perbatasan.

Wahyudin mengungkapkan, keterbatasan modal menjadi salah satu tantangan utama ketika pertama kali membangun usaha. Meski permintaan pasar terus berkembang, kemampuan produksinya saat itu masih terbatas.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin besar, ia kemudian mengajukan pembiayaan KUR melalui PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar.

“Alhamdulillah prosesnya cepat dan tidak ribet, asalkan permohonannya lengkap. Kredit KUR bisa cair dengan cepat,” kata Wahyudin saat menceritakan pengalamannya mengembangkan usaha.

Menurut Wahyudin, kejelasan usaha, riwayat kredit yang baik, serta keterbukaan dalam menyampaikan informasi mengenai perputaran usaha menjadi hal penting dalam proses pengajuan pembiayaan.

Tambahan modal tersebut membantunya meningkatkan kapasitas produksi hingga 25 kali lipat dibandingkan saat awal merintis usaha.

Pasarkan Tahu hingga Kawasan Perbatasan

Usaha produksi tahu milik Wahyudin beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Hasil produksinya dipasarkan tidak hanya di wilayah Sanggau Ledo, tetapi juga menjangkau Seluas, Bengkayang Kota, hingga Jagoi Babang yang berada di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Bertambahnya kapasitas produksi membuka peluang bagi usaha tersebut untuk menjangkau konsumen lebih luas. Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, perkembangan usaha juga memberikan peluang penyerapan tenaga kerja lokal.

Wahyudin berharap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya dapat memanfaatkan peluang pembiayaan untuk mengembangkan bisnis, dengan tetap memperhatikan perencanaan dan kebutuhan modal.

“Pesan saya untuk masyarakat, jangan ragu untuk melebarkan sayap dan jangan ragu untuk berekspansi usahanya. Kalau butuh modal usaha, ada Bank Kalbar. Bank Kalbar adalah Bank Kite Punye Kite,” ujarnya.

Pengalaman Wahyudin memperlihatkan bagaimana akses pembiayaan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan skala produksi, memperluas pemasaran, dan menciptakan peluang ekonomi di daerah.

Di tengah kebutuhan penguatan usaha lokal, akses permodalan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung pertumbuhan UMKM, termasuk usaha yang berkembang di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update