Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

BNPB Tebar 14,3 Ton Bahan Semai, Karhutla Kalbar Masih 884 Hektare

✍️ Nita Purnamasari 🕒 27 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Foto: istimewa

kayongnews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Sebanyak 14,3 ton bahan semai telah digunakan dalam 15 kali penerbangan hingga 23 Oktober 2026.

Operasi tersebut dilakukan untuk memicu hujan buatan, membantu mengurangi kabut asap, serta mendukung upaya penanganan karhutla di wilayah prioritas.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan penyemaian bahan dilakukan melalui sejumlah penerbangan yang disesuaikan dengan kondisi atmosfer di wilayah sasaran.

”Penyemaian tersebut dilakukan dalam 15 kali penerbangan atau sortie berdasarkan pemantauan data pelaksanaan pada 23 Oktober 2026,” kata Berton, dikutip dari Antara, Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (25/10/2026), luas area karhutla yang masih dalam penanganan intensif di Pulau Kalimantan mencapai 3.392 hektare.

Kalimantan Tengah mencatat area terdampak terbesar dengan 2.458 hektare, disusul Kalimantan Barat seluas 884 hektare dan Kalimantan Selatan 52 hektare.

Hujan Mulai Turun di Sejumlah Wilayah Kalbar

Pelaksanaan OMC yang menyesuaikan dinamika atmosfer dilaporkan berhasil memicu hujan berintensitas ringan hingga sedang di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sekadau, Ketapang, dan Sintang di Kalimantan Barat.

Turunnya hujan di beberapa wilayah tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam upaya membantu penanganan karhutla. Meski demikian, luas area yang masih dalam penanganan menunjukkan bahwa upaya pengendalian kebakaran tetap diperlukan.

Kondisi cuaca dan distribusi hujan menjadi faktor penting dalam mendukung penanganan di lapangan, terutama pada wilayah yang masih menghadapi risiko kebakaran dan kabut asap.

OMC di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan

BNPB juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Tengah dengan menggunakan 7.200 kilogram bahan semai melalui delapan sortie penerbangan.

Bahan yang digunakan terdiri atas 5.200 kilogram es kering atau dry ice untuk membantu mengurai kabut asap pekat dan 2.000 kilogram natrium klorida (NaCl). Namun, berdasarkan laporan hingga 23 Oktober, hujan belum turun di kawasan sasaran operasi tersebut.

Sementara itu, tujuh sortie penerbangan di Sumatera Selatan menggunakan 7.100 kilogram bahan semai. Operasi di wilayah tersebut dilaporkan memberikan hasil berupa perbaikan jarak pandang menjelang siang hari.

Selain Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan, hujan juga dilaporkan turun di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

BNPB terus menyesuaikan pelaksanaan OMC dengan perkembangan kondisi atmosfer agar upaya pemicu hujan dapat mendukung penanganan karhutla di wilayah prioritas.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update