Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Dampak Karhutla Kobar Kalteng: Jarak Pandang Menciut Hingga 30 Meter di Kumai

✍️ Yudi Setiawan 🕒 24 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Jarak pandang jadi minim gegara kabut asap di wilayah Kumai.
Jarak pandang jadi minim gegara kabut asap di wilayah Kumai. Foto: detik.com

KOTAWARINGIN BARAT — Bencana kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus memperburuk kualitas udara dan mengancam keselamatan warga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Memasuki akhir Oktober 2026, fenomena paparan asap pekat ini kian mengkhawatirkan karena telah membatasi jarak pandang pengguna jalan secara drastis, terutama pada pagi hari saat mobilitas masyarakat sedang tinggi-tingginya.

Wilayah Kecamatan Kumai menjadi salah satu kawasan yang mengalami dampak paling parah dari selimut asap ini. Pada Jumat (23/10/2026) pagi, jarak pandang di lokasi tersebut dilaporkan hanya berkisar 30 meter. Sementara itu, wilayah tetangganya, yakni kawasan Pangkalan Bun, tercatat memiliki jarak pandang yang tak kalah terbatas, yaitu sekitar 50 meter. Kondisi udara yang diselimuti partikel debu kayu terbakar ini tidak hanya menimbulkan aroma menyengat yang menusuk hidung, tetapi juga secara langsung melumpuhkan pandangan para pengendara roda dua maupun roda empat saat beraktivitas di jalan raya.

Turunnya tingkat visibilitas jalan secara mendadak ini memicu ketakutan tersendiri bagi warga lokal. Risiko kecelakaan lalu lintas meningkat drastis mengingat para pengendara sulit mendeteksi keberadaan kendaraan lain dari arah berlawanan maupun memantau potensi bahaya fisik di badan jalan. Jalanan yang berlubang, kerikil tajam, serta batas bahu jalan menjadi tidak terlihat tajam, sehingga setiap laju kendaraan memerlukan kehati-hatian ekstra dan kecepatan yang sangat rendah demi menghindari benturan.

Sejumlah warga lokal meluapkan kepasrahan dan keluh kesah mereka atas kondisi lingkungan yang kian tidak ramah ini. Narti, seorang warga yang berdomisili di Kecamatan Kumai, menggambarkan betapa tebalnya kabut yang menyelimuti pemukimannya. Lingkungan sekitar tempat tinggalnya kini berubah menjadi abu-abu pekat hingga menyulitkan pemandangan jarak dekat sekalipun.

"Keluar rumah sudah seperti hidup di awan-awan, tak terlihat mana jalan mana rumah tetangga. Jarak pandang sekitar 30 meter saja," keluh Narti, Jumat (23/10/2026).

Situasi serupa tidak hanya membelenggu warga di kawasan pesisir Kumai, tetapi juga menyebar ke pusat perekonomian di Pangkalan Bun. Aktivitas harian masyarakat terus dibayangi rasa waswas akibat jarak pandang yang terkikis parah. Joni, seorang pengendara dan warga Pangkalan Bun, mengungkapkan hal senada terkait kondisi lalu lintas yang ia hadapi saat berupaya menembus jalanan kota yang diselimuti kabut tebal.

Bencana karhutla di kawasan Kalimantan Tengah diketahui kerap berulang tiap tahunnya, memicu penumpukan emisi karbon dan partikel bahan kimia berbahaya melayang bebas di atmosfer. Selain melumpuhkan sektor transportasi darat dan mengancam keselamatan para pengguna jalan, paparan kabut asap dalam jangka waktu yang panjang berpotensi tinggi memicu berbagai gangguan kesehatan bagi masyarakat luas. Risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga gangguan paru-paru menjadi ancaman nyata yang siap mengintai orang dewasa maupun anak-anak apabila situasi ini tidak segera teratasi.

Kondisi merosotnya kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Barat ini menuntut kewaspadaan tinggi serta penanganan serius dari berbagai pihak terkait, baik penanggulangan titik api di lapangan maupun perlindungan kesehatan bagi warga terdampak. Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, tetap menyalakan lampu utama kendaraan saat melintas di jalur rawan asap, serta selalu mengenakan masker pelindung guna mengurangi paparan partikel abu karhutla secara langsung.

YS
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update