Danantara Percepat Restrukturisasi PTPN I, EBITDA Positif Rp1,9 Triliun
kayongnews.com – BP BUMN bersama Danantara mempercepat restrukturisasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) untuk memperbaiki kinerja keuangan, menata portofolio usaha, dan memperkuat daya saing bisnis perkebunan.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan penataan tersebut bertujuan memastikan seluruh entitas PTPN Group memiliki kondisi keuangan yang sehat dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Intinya kita ingin semuanya sehat. PTPN I sehat, PTPN IV sehat, SugarCo-nya sehat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengekspansi bisnisnya,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Denpasar, Bali, Rabu.
Menurut Dony, restrukturisasi tidak sekadar mengubah struktur organisasi atau kepemilikan perusahaan. Langkah tersebut harus menghasilkan perusahaan yang lebih solid, memiliki fundamental keuangan kuat, serta mampu meningkatkan kinerja operasional.
Salah satu perkembangan yang disoroti adalah capaian EBITDA PTPN I yang telah positif sebesar Rp1,9 triliun. Sinergi dengan PalmCo juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam memperkuat kondisi keuangan grup.
EBITDA merupakan indikator kinerja operasional yang mengukur laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Meski demikian, angka EBITDA positif tidak dengan sendirinya menunjukkan keseluruhan kondisi laba bersih maupun arus kas perusahaan.
Penataan Aset dan Pembiayaan
Restrukturisasi PTPN I mencakup penataan aset, pembenahan struktur pembiayaan, serta optimalisasi sinergi antarentitas di lingkungan PTPN Group.
Salah satu skema yang disiapkan adalah transaksi non-tunai atau non-cash untuk membantu mengurangi beban perusahaan. Pendekatan tersebut antara lain dapat dilakukan melalui inovasi transaksi dan mekanisme set-off, yakni penyelesaian kewajiban dengan memperhitungkan piutang atau kewajiban yang saling terkait.
Selain pembenahan keuangan, penguatan tata kelola investasi juga menjadi bagian dari agenda restrukturisasi. Setiap keputusan bisnis diharapkan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap keberlanjutan perusahaan.
Langkah tersebut ditujukan agar penataan bisnis tidak berhenti pada perubahan struktur, tetapi turut memperbaiki kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional dan mengembangkan usaha.
Produktivitas Karet, Teh, dan Kopi Ditingkatkan
Dari sisi operasional, PTPN I menyiapkan program peningkatan produktivitas sejumlah komoditas unggulan, terutama karet, teh, dan kopi.
Peningkatan produktivitas menjadi bagian penting dalam memperkuat kinerja bisnis perkebunan, selain pembenahan aset dan struktur pembiayaan. Perusahaan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi usaha sekaligus meningkatkan daya saing komoditas yang dikelola.
Restrukturisasi bisnis ditargetkan mulai terlaksana pada 1 Januari 2027. Setelah itu, perusahaan akan melanjutkan berbagai langkah perbaikan operasional untuk memperkuat fundamental bisnis.
Dony menegaskan bahwa seluruh entitas dalam PTPN Group harus memiliki kinerja yang sehat dan pengelolaan manajemen yang sejalan dengan tujuan restrukturisasi.
“Saya tidak mungkin membiarkan ada perusahaan yang rugi karena konsep penataan seluruh perusahaan ini kan justru menjadikan perusahaan ini solid semua, sehat-sehat semua. Nanti performance manajemennya juga sama,” kata Dony.
Melalui penataan tersebut, BP BUMN dan Danantara berharap PTPN Group memiliki struktur bisnis yang lebih kuat, tata kelola investasi yang semakin baik, serta kapasitas untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
