Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Hotspot Nasional Bertambah, Kalimantan Barat Masih Nihil Titik Panas Berkepercayaan Tinggi

✍️ Nita Purnamasari 🕒 31 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
karhutla kalbar
karhutla kalbar Foto: istimewa

kayongnews.com – Jumlah titik panas atau hotspot di Indonesia mengalami peningkatan pada akhir Oktober 2026. Meski demikian, Kalimantan Barat masih tercatat nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan pemantauan satelit Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada Kamis (29/10/2026) pukul 21.00 WIB.

Data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kemenhut menunjukkan, total hotspot nasional mencapai 154 titik. Angka tersebut bertambah 36 titik dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya yang mencatat 118 titik.

Data itu bersumber dari pengamatan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Dari enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebanyak 18 titik panas berkepercayaan tinggi terdeteksi.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, yakni 17 titik. Satu titik lainnya terpantau di Sumatera Selatan. Adapun Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Riau belum mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan peningkatan titik panas menjadi alasan untuk memperkuat kewaspadaan dan mempercepat respons petugas, terutama di Kalimantan Tengah.

Kemenhut mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Data tersebut belum dapat dijadikan patokan langsung untuk menghitung jumlah kebakaran maupun luas lahan yang terbakar.

Karena itu, setiap temuan perlu ditindaklanjuti melalui patroli dan pemeriksaan langsung di lapangan atau groundcheck.

Pemadaman Masih Berlangsung di Kalimantan Tengah

Di Kalimantan Tengah, upaya penanganan karhutla masih dilakukan di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut pada 29 Oktober 2026, petugas Manggala Agni masih melakukan pemadaman dan pencegahan kebakaran berulang.

Di kawasan Hutan Penelitian dan Pengembangan (KHDTK) Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, petugas melakukan pembasahan lahan, patroli, serta pemantauan kondisi kawasan.

Sementara di Sakakajang dan Tanjung Taruna, kepulan asap masih ditemukan dari lahan gambut sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.

Penanganan serupa dilakukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya di wilayah Sei Sekonyer–Tanjung Harapan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Petugas masih menghadapi kebakaran bawah permukaan gambut yang menyisakan bara.

Puluhan Armada Udara Disiapkan

Untuk mendukung operasi pengendalian karhutla, Kemenhut menyiagakan 61 armada udara. Fasilitas tersebut terdiri atas 24 pesawat yang digunakan untuk patroli, dukungan CASA, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta 37 helikopter untuk pemadaman melalui metode water bombing.

Penggunaan armada udara dilakukan untuk memperkuat penanganan di darat. Petugas juga tetap menjalankan pembasahan lahan, penyisiran bara, dan pemantauan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran kembali.

Kemenhut menegaskan, keberhasilan pengendalian karhutla tidak cukup hanya dilihat dari berkurangnya titik panas. Petugas harus memastikan api dan bara benar-benar padam agar kebakaran tidak kembali muncul.

Masyarakat dan pelaku usaha juga diingatkan untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Apabila menemukan asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran, masyarakat dapat melaporkannya kepada Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000.

Laporan lebih awal diharapkan membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun permukiman.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update