Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Opera Hadirkan WebAI, Browser Kini Bisa Jalankan AI Langsung di Komputer

✍️ Nita Purnamasari 🕒 28 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Opera Hadirkan AI Lokal Langsung di Peramban untuk Pengguna
Opera Hadirkan AI Lokal Langsung di Peramban untuk Pengguna Foto: istimewa

kayongnews.com – Opera mulai menghadirkan teknologi kecerdasan buatan (AI) lokal yang dapat dijalankan langsung di perangkat pengguna melalui peramban. Fitur bernama WebAI tersebut tersedia dalam versi pratinjau awal di Opera One dan dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada layanan AI berbasis komputasi awan.

Teknologi ini memungkinkan pemrosesan AI dilakukan di komputer pengguna tanpa harus selalu mengirimkan data ke pusat data eksternal. Selain berpotensi membantu menjaga privasi, pendekatan tersebut membuka peluang bagi pengembang untuk menghadirkan fitur AI tanpa harus membangun infrastruktur komputasi sendiri.

Dikutip dari laman resmi Opera, Rabu (28/10/2026), perusahaan teknologi yang berbasis di Oslo, Norwegia, itu juga berencana membawa kemampuan serupa ke Opera GX dan Opera Neon.

Wakil Presiden Eksekutif Bidang Peramban dan AI Opera, Krystian Kolondra, mengatakan banyak kebutuhan pengguna dapat ditangani dengan kemampuan komputasi yang sudah tersedia di komputer pribadi.

“Banyak hal yang ingin dilakukan pengguna dengan AI tidak memerlukan pusat data. Laptop mereka sudah mampu melakukannya tanpa mengirimkan data ke mana pun,” ujarnya.

WebAI Buka Peluang Pengembangan AI di Browser

WebAI merupakan teknologi yang memungkinkan situs web dan ekstensi peramban memanfaatkan kemampuan model AI secara langsung melalui browser.

Opera sebelumnya telah memperkenalkan akses model AI lokal untuk pengembang dalam versi eksperimental pada 2024. Kini, teknologi tersebut mulai diperluas agar dapat digunakan oleh pengguna umum.

Pada tahap awal, WebAI mendukung sejumlah model AI terbuka, termasuk Gemma dari Google. Untuk komputer Mac berbasis Apple Silicon, tersedia pula dukungan terhadap model AI bawaan perangkat dari Apple.

Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti menghasilkan teks, mengelompokkan konten, dan menganalisis hubungan antarinformasi.

Pengembang juga berpeluang menciptakan ekstensi yang mampu mengelompokkan tab, mendeteksi judul umpan klik atau clickbait, serta membantu menemukan informasi lowongan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Dengan pemrosesan lokal, pengembang dapat menghadirkan fungsi AI tanpa harus membayar setiap permintaan pemrosesan ke layanan eksternal. Namun, ketersediaan dan kemampuan fitur tetap bergantung pada model yang digunakan serta kapasitas perangkat.

Pengguna Tetap Memegang Kendali atas Privasi

Opera menyatakan WebAI bersifat opsional. Model AI tidak akan diunduh sebelum pengguna mengaktifkan fitur tersebut.

Selain itu, izin khusus pada setiap situs memungkinkan pengguna menentukan halaman web mana yang boleh mengakses kemampuan AI lokal. Pengaturan ini memberikan kendali lebih besar terhadap penggunaan teknologi AI di dalam peramban.

Pemrosesan lokal juga dapat mengurangi kebutuhan mengirimkan informasi ke layanan cloud. Meski demikian, manfaat privasinya tetap bergantung pada cara situs atau ekstensi dirancang dan data apa saja yang diproses atau dikirimkan melalui koneksi lain.

Pada tahap pratinjau awal, WebAI tersedia untuk komputer Windows 64-bit dengan prosesor Intel atau AMD serta komputer Mac yang menggunakan Apple Silicon.

Kinerja fitur tersebut dipengaruhi spesifikasi perangkat, termasuk kapasitas memori dan kemampuan komputasi. Karena model dijalankan secara lokal, perangkat dengan sumber daya terbatas mungkin tidak dapat menjalankan seluruh model dengan lancar.

Opera Siapkan Lebih Banyak Model AI

Untuk memperlihatkan potensi WebAI, Opera menyediakan contoh ekstensi yang dapat mengolah artikel menjadi karya visual bergerak dengan mengelompokkan kalimat-kalimat serupa.

Perusahaan juga berencana menambahkan lebih banyak model AI terbuka yang dioptimalkan untuk berbagai perangkat. Dukungan perangkat pengembangan tambahan turut disiapkan agar pengembang dapat membuat ekstensi dan pengalaman berbasis AI dengan lebih mudah.

Langkah tersebut memperlihatkan upaya Opera memperluas pemanfaatan AI langsung di browser, bukan hanya mengandalkan layanan yang berjalan di server eksternal.

HTML-in-Canvas Hadirkan Pengalaman Web 3D

Selain WebAI, Opera memperkenalkan HTML-in-Canvas, teknologi yang memungkinkan halaman web interaktif ditempatkan dalam lingkungan dua dimensi maupun tiga dimensi.

Elemen web seperti tombol, menu, dan formulir tetap dapat digunakan meskipun ditempatkan di dalam adegan virtual. Teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk mengembangkan gim serta pengalaman web interaktif.

Direktur Produk Opera GX, Maciej Kocemba, menjelaskan bahwa HTML-in-Canvas memungkinkan halaman web nyata dimasukkan ke dalam dunia tiga dimensi tanpa menghilangkan fungsi interaktifnya.

Opera memperlihatkan penerapan teknologi tersebut melalui Webpage Bulldozer, yang mengubah elemen halaman web menjadi objek fisik, serta Gamer Room, berupa ruangan tiga dimensi dengan layar yang menampilkan halaman web aktif.

Opera menyebut demonstrasi HTML-in-Canvas dapat dicoba melalui peramban tanpa konfigurasi tambahan.

Kehadiran WebAI dan HTML-in-Canvas menunjukkan arah pengembangan browser yang semakin menggabungkan kecerdasan buatan, pengolahan data lokal, dan pengalaman digital interaktif. Ke depan, kemampuan tersebut berpotensi membuka lebih banyak pilihan bagi pengguna dan pengembang dalam memanfaatkan teknologi AI melalui peramban.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update