Kamis, 05 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Singkawang Bidik TP2DD Terbaik Kalbar 2027, PAD Jadi Sasaran Penguatan

✍️ Nita Purnamasari 🕒 05 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memimpin High Level Meeting (HLM) TP2DD bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Rabu, 4 November 2026.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memimpin High Level Meeting (HLM) TP2DD bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Rabu, 4 November 2026. Foto: istimewa

kayongnews.com – Pemerintah Kota Singkawang menargetkan predikat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik tingkat Kalimantan Barat pada 2027. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan inovasi transaksi keuangan digital untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka peluang memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat.

Target itu disampaikan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat memimpin High Level Meeting (HLM) TP2DD bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Rabu (4/11/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Doni Septadijaya mengatakan, Singkawang telah memiliki sejumlah inovasi digitalisasi keuangan yang dapat menjadi modal dalam penilaian TP2DD tingkat provinsi.

Menurut Doni, dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, baru tujuh daerah yang telah melakukan inovasi di bidang tersebut.

“TP2DD Kota Singkawang sudah banyak menghasilkan eviden. Ini menjadi modal kuat bagi Singkawang untuk menjadi TP2DD terbaik di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah kota memperkuat kerja sama dengan Bank Kalbar, terutama untuk mempercepat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Capaian sebagai TP2DD terbaik juga dinilai dapat memperbesar peluang daerah mendapatkan tambahan insentif fiskal.

Menanggapi dorongan tersebut, Tjhai Chui Mie meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melengkapi indikator dan persyaratan penilaian. Ia menyatakan akan menginstruksikan jajarannya agar proses pemenuhan dokumen dan program pendukung tidak tertunda.

Wali kota menegaskan, digitalisasi transaksi keuangan tidak semata-mata ditujukan untuk meraih penghargaan. Penerapannya harus memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui sistem pembayaran yang cepat, aman, dan transparan.

Ia juga menilai sistem digital dapat memperkuat pengawasan pengelolaan keuangan daerah sekaligus menekan potensi kebocoran dan praktik kecurangan.

Menurut Tjhai Chui Mie, optimalisasi transaksi digital merupakan bagian dari strategi creative finance untuk meningkatkan PAD serta memperkuat kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan.

Sementara itu, Kepala Divisi Electronic Banking Bank Kalbar Toni Darmawan menyatakan kesiapan pihaknya mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui pengembangan layanan pembayaran.

“Pemda merupakan mitra prioritas Bank Kalbar. Karena itu, sistem keuangan digital yang kami bangun tidak hanya mengejar target angka, tetapi juga bagaimana mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD,” katanya.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan penayangan video profil inovasi “Padahkan Yak” dan program literasi masyarakat “Digital Corner Goes to Public”. Kedua program itu diarahkan untuk memperluas pemahaman serta penggunaan transaksi keuangan digital di tengah masyarakat.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update