Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Pelaku Usaha Optimistis Ekonomi Kalbar 2027 Menguat, Infrastruktur Jadi Kunci

✍️ Nita Purnamasari 🕒 30 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Owner/CEO Lavender Estate, Mr. Khai, bersama Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono
Owner/CEO Lavender Estate, Mr. Khai, bersama Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono Foto: istimewa

kayongnews.com – Pelaku usaha di Kalimantan Barat berharap pertumbuhan ekonomi daerah semakin menguat pada 2027. Peningkatan investasi dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, kepastian iklim usaha, serta pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Owner sekaligus CEO Lavender Estate, Khai, menyampaikan optimisme tersebut setelah mengikuti kegiatan Khatulistiwa Leader Table yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan itu menghadirkan Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono sebagai pembicara dan diikuti sejumlah pelaku usaha serta pemangku kepentingan.

Khai menilai forum tersebut memberikan tambahan wawasan bagi dunia usaha dalam mempersiapkan diri menghadapi peluang ekonomi pada tahun mendatang.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi Kalbar. Perhatian tidak hanya diperlukan pada jalan dalam kota, tetapi juga jalur penghubung antarkabupaten dan konektivitas antarwilayah.

Di Kota Pontianak, misalnya, konektivitas menjadi tantangan tersendiri karena wilayah kota dipisahkan oleh Sungai Kapuas. Khai menyoroti perlunya duplikasi Jembatan Kapuas II serta pembangunan jalan layang (flyover) pada persimpangan yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi.

Infrastruktur yang memadai diyakini dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang, dan meningkatkan daya tarik daerah bagi investor.

Pengelolaan Lingkungan Berpengaruh terhadap Investasi

Pandangan serupa disampaikan Andreas Acui Simanjaya. Dia menilai Khatulistiwa Leader Table menjadi ruang untuk membangun optimisme sekaligus memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan Kalimantan Barat.

Menurut Acui, Kalbar memiliki potensi investasi yang besar. Kekayaan sumber daya alam, konektivitas dengan berbagai wilayah, akses ke negara tetangga, serta keberadaan pelabuhan menjadi sejumlah keunggulan daerah.

Namun, potensi tersebut perlu didukung kepastian iklim usaha, pembangunan infrastruktur, dan tata kelola lingkungan yang baik agar mampu menarik investasi nasional maupun internasional.

Acui mengingatkan bahwa persoalan lingkungan juga dapat memengaruhi penilaian investor terhadap suatu daerah. Karena itu, pemerintah perlu menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung berlarut-larut, misalnya, bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membentuk citra negatif Kalimantan Barat di mata calon investor.

Penanganan karhutla dan perbaikan tata kelola lingkungan dinilai penting untuk menjaga daya saing daerah. Dengan lingkungan yang lebih terjaga, Kalbar diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih baik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update