Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Teknologi Pintar Bantu Nelayan Tingkatkan Produktivitas Perikanan

✍️ Nita Purnamasari 🕒 30 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
ilustrasi.
ilustrasi. Foto: istimewa

kayongnews.com – Pemanfaatan teknologi pintar berpotensi membantu nelayan dan pembudidaya ikan meningkatkan efisiensi kerja serta produktivitas usaha perikanan. Mulai dari sensor pemantau kualitas air hingga perangkat navigasi, teknologi kini dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas di sektor perikanan.

Bagi daerah pesisir seperti Kabupaten Kayong Utara, perkembangan teknologi tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pengelolaan usaha perikanan. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan pelaku usaha, serta kondisi lingkungan setempat.

Kepala Program Studi Budidaya Perikanan Fakultas Teknik dan Kelautan Perikanan (FTKP) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon, Billi Rifa Kusumah, S.I.K., M.Si., mengatakan teknologi telah membantu berbagai proses budidaya, mulai dari pemantauan kualitas air, pengelolaan kolam, hingga pengaturan pemberian pakan.

Menurutnya, perkembangan perangkat elektronik memungkinkan sejumlah kegiatan produksi dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh.

“Teknologi dapat membantu pekerjaan menjadi lebih terarah dan efisien. Melalui perangkat yang tersedia, pembudidaya dapat memantau kondisi kolam serta mengendalikan beberapa peralatan yang digunakan dalam proses produksi,” ujarnya dalam Program Suara Nusantara Pro1 RRI Cirebon, Rabu, 28 Oktober 2026.

Dalam kegiatan budidaya ikan, sensor portabel dapat digunakan untuk mengukur kualitas air. Sementara itu, sistem pemantauan jarak jauh memungkinkan pembudidaya mengawasi kondisi kolam melalui gawai.

Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mengatur pemberian pakan dan mengoperasikan aerator sesuai kebutuhan. Dengan pemantauan yang lebih terukur, pembudidaya dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi kolam, bukan hanya perkiraan.

Pemanfaatan teknologi juga terbuka bagi nelayan. Informasi prakiraan cuaca secara real-time dapat menjadi salah satu pertimbangan sebelum melaut. Selain itu, perangkat GPS membantu navigasi, sedangkan fish finder dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan ikan di perairan.

Kendati menawarkan kemudahan, Billi mengingatkan bahwa teknologi tidak selalu memberikan hasil yang sama pada setiap usaha perikanan. Efektivitas penggunaannya bergantung pada skala usaha, ketersediaan sumber daya, kebutuhan operasional, dan kemampuan pengguna dalam mengoperasikan perangkat.

“Teknologi harus digunakan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Jika penggunaannya tidak sesuai, teknologi justru berpotensi menjadi tambahan beban biaya bagi pelaku usaha perikanan,” katanya.

Karena itu, nelayan dan pembudidaya perlu memahami fungsi serta cara perawatan perangkat sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Biaya listrik, pemeliharaan, dan risiko kerusakan juga harus diperhitungkan agar investasi teknologi tidak membebani kegiatan usaha.

Billi berharap pemanfaatan teknologi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan perlindungan ekosistem perairan. Dengan penerapan yang tepat, teknologi pintar diharapkan mampu mendukung usaha perikanan yang lebih efisien sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perairan.

NP
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update